Menurut Wijaya Saputra (25) dari CLS Knights Surabaya, ia mengku lebih fokus dalam melakukan setiap gerakan. Ia juga berharap bisa mengikuti kegiatan ini dengan waktu yang lebih lama.
"Dapat banyak hal, mulai dari fokus melakukan sesuatu, juga kita harus respek antar sesama pemain. Apa yang sudah saya dapat tiga hari ini akan saya pakai dalam setiap pertandingan," katanya saat ditemui usai penutupan Indonesian Development Camp 2010 di Gor C-Tra Arena, Kamis (23/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat menyenangkan, banyak hal baru yang kita tahu tentang basket, semua materi yang diajarkan lebih detail," ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner NBL Indonesia Azrul Ananda mengaku bangga kepada semua peserta IDC 2010. Ia berharap camp ini bisa membawa perubahan positif bagi peserta.
"Camp-nya keren, anak-anaknya semangat banget, jadi senang ngeliatnya. Bisa dilihat tadi semangatnya begitu kuat, mudahan emosinya kebawa sampai ke pertandingan," ujarnya.
Azrul pun yakin, kegiatan ini dapat membawa perubhan bagi para peserta. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung untuk generasi selanjutnya. "Meski hanya tiga hari saja, tapi mereka sudah ada perubahan. Mata mereka juga berbinar-binar, tidak ada lelah, padahal latihan dari pagi hingga sore," katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Schrempf berpesan agar basket di Indonesia harus dikembangkan karena menurutnya potensi para pemain sudah cukup bagus.
"NBL Indonesia harus bisa menguasai asia. Pesan saya teruslah bermain basket, karena basket itu menyenangkan," ucap Detlef.
(avi/roz)











































