Beberapa laporan mengabarkan, orang nomor satu di NBA itu mendapat bayaran sampai 23 juta dolar AS, atau lebih dari Rp 170 miliar per tahun.
Hal itu menimbulkan kemarahan sebagian pemain, karena dalam negosiasi perubahan sistem pembayaran kolektif, mereka diminta menerima pemangkasan gaji dari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan estimasi gaji Stern dibantah oleh dua ofisial NBA yang tidak mau disebutkan namanya, karena NBA memang tidak boleh mengumumkan pendapatan perorangan.
Menurut mereka, salary pria berusia 68 tahun itu telah mendapat persetujuan dari komite laporan/keuangan liga, yang terdiri dari 11 pemilik klub.
Berapa persisnya gaji Stern itu pun masih tidak disebutkan. Namun, dikatakan bahwa sangat jauh dari dugaan di atas. Stern bahkan masih di bawah gaji Komisioner NBL Bud Selig dan Komisioner NFL Roger Goodell.
Selig menerima lebih dari 18 juta dolar per tahun, Goodell mendapatkan 10 juta dolar dari gaji, bonus, dan berbagai insentif.
Kedua ofisial tersebut juga membenarkan kepada ESPN.com bahwa Stern menolak menerima bayarannya selama masih terjadi lockout, yang bahkan mengancam akan meniadakan kompetisi musim ini.
(a2s/rin)











































