Sister City 2005
Seoul vs Manila di Final
Kamis, 16 Jun 2005 22:11 WIB
Jakarta - Seoul akhirnya melaju ke grand final Sister City 2005 setelah menekuk Manila dengan skor 89-63, di Britama Arena Sportsmall Kelapa Gading, Kamis (16/6/2005)Kemenangan atas Manila merupakan kemenangan keempat yang diperoleh skuad asuhan Park Gun Yeon. Dengan demikian partai terakhir melawan Beijing (17/6/2005) tidak akan berpengaruh.Melawan Manila, Seoul tampil dominan. Kuarter pertama ditutup dengan skor 27-9. Kuarter kedua, Seoul semakin merajalela dengan tembakan tiga angka yang dilesakkan Kom Yong Woo.Total sembilan angka (3/4) dari tembakan jarak jauh disumbangkan pemain bernomor punggung 23 ini. Kuarter ini ditutup dengan skor 29-44.Perolehan angka Seoul tak terlepas dari permainan emosional para pemain Manila. Di kuarter kedua saja, dua pemain yaitu Jeffrey Tajonera dan Richard Alonso sudah mendapatkan tiga kali foul. Kuarter ketiga, Seoul menambah 21 angka, sementara Manila hanya 14 angka. Kuarter keempat permainan menjurus kasar yang ditampilkan Manila menyebabkan dua pemainnya yaitu Leonico Canuday dan Alonso diusir karena mendapatkan foul kelima. Seoul menutup pertandingan dengan skor 63-89.Dikatakan oleh pelatih Carmelo Alas, permainan keras para pemainnya disebabkan karena kepemimpinan wasit yang kurang baik. "Beberapa kali ada travelling pemain Seoul yang tidak di-call wasit, hal ini membuat pemain frustasi dan jika mereka frustasi mereka bisa melakukan hal-hal yang kurang baik," ucap Alas.Meskipun kalah, Manila tetap melangkah ke grand final karena sudah mengoleksi tiga kemenangan. Di partai puncak mereka kembali akan menghadapi Seoul."Di final nanti kami akan memberikan perlawanan yang lebih baik. Saya juga akan melakukan beberapa penyesuaian. Diantaranya dengan mengubah taktik (dari man-to-man-defense ke zone defense) dan melatih tembakan dari luar," tukasnya.Sementara pelatih Korea Park Gun Yeon mengatakan timnya bermain lebih baik dibandingkan pertandingan yang telah berlalu. "Kemarin tembakan jarak jauh kami kurang baik karena bola yang digunakan disini berbeda dengan yang kami gunakan di Seoul.""Untuk pertandingan final hari Sabtu (18/6/2005) saya akan menurunkan best five yang saya miliki," ucapnya.Dalam pertandingan itu tampil sebagai pendulang angka terbanyak Baek Ju Ik dengan torehan 12 angka. Sementara dari kubu Manila, Alonso menjadi penyumbang angka terbanyak dengan torehan 14 angka.Di partai sebelumnya, Bangkok berhasil menuai kemenangan kedua setelah mengalahkan Beijing 76-62. Sementara di partai terakhir Palazzo Jakarta Selection mengalahkan Palazzo Jakarta Junior 75-47.Besok, Jumat (17/6/2005), akan digelar partai-partai penyisihan terakhir. Partai grand final akan dilangsungkan pada hari Sabtu (18/6/2005).Sebelum partai puncak akan digelar partai eksebisi antara tim nasional Indonesia melawan peringkat ketiga dan kontes ketrampilan Molten Sister-City Shooting Stars. (key/)











































