detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Agu 2020 07:31 WIB

Menpora Persilakan IBL Lanjut, Ini Syaratnya

Mercy Raya - detikSport
Pebasket Satria Muda Pertamina Avan Saputra (kiri) dihadang pebasket Amartha Hangtuah Sevly Rondonuwu (tengah) dan Lucky Abdi Pasondok, saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020). Satria Muda Pertamina mengalahkan Amartha Hangtuah dengan skor akhir 83-79. ANTARA FOTO/Moch Asim/ama. IBL 2020 bisa lanjut, ini syarat dari Menpora Zainudin Amali. (Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali mengapresiasi rencana Indonesian Basketball League (IBL) melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020. Dia juga memberi catatan-catatan khusus. Apa saja?

IBL sudah diputuskan bergulir 13-27 Oktober, tidak jadi 4 September mendatang. Keputusan diambil karena mempertimbangkan wabah COVID-19 yang belum reda.

Sebelum memulai itu, IBL sebagai operator dan PP Perbasi pun sowan kepada pemerintah, khususnya Menpora, terkait proses perizinannya.

Pertemuan itu berlangsung di lantai 10, Kantor Kemenpora, Senayan, Senin (3/8/2020). Hadir Ketua PP Perbasi Danny Kosasih, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah, dan manajer kompetisi IBL Rufiana.

"Saya tidak mau dengan IBL menjadi cluster baru COVID-19," kata Amali dalam rilis yang diterima detikSport.

Untuk itu, sebut Amali, ke depan sebelum kompetisi bergulir akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pelaksana kegiatan (IBL) dengan Satgas Penanganan COVID-19 dan Kemenpora.

Di dalam MoU tersebut tidak hanya berisi tentang pelaksanaan kompetisi tapi juga soal simulasi dan latihannya.

"Artinya, harus ada pihak Dinas Kesehatan untuk mengawasi, lalu Kemenpora juga akan ikut memantau sehingga laporannya nanti ada, apakah kompetisi berjalan dengan disiplin kesehatan atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, Junas mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait simulasi IBL. Pasalnya, akan akan ada beberapa tahapan yang akan dilakukan.

"Kami akan berkoordinasi dengan beberapa pihak seperti hotel, lokasi penyelenggaraan, trek, saat pra simulasi nanti," kata Junas lagi.

Kasus baru COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Data, Senin (3/8/2020), penambahannya masih 1.679 seperti dilansir dari laman covid19.go.id.



Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com