detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 14 Nov 2020 13:30 WIB

Timnas Basket dan PR Menuju Kualifikasi FIBA Asia Cup Windows Dua

Mercy Raya - detikSport
Tim basket putra Korea Selatan dengan menyakinkan membungkam tuan rumah tim putra basket Indonesia dengan skor telak (109-76), yang berlangsung di Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (20/2/2020) malam. Timnas Basket dan PR Menuju Kualifikasi FIBA Asia Cup Windows Dua (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta -

Timnas basket Indonesia menatap Kualifikasi FIBA Asia Cup Windows kedua dengan susah payah. Mereka punya segudang tugas yang harus diselesaikan sebelum batas waktu 16 November.

Pekerjaan rumah yang harus dibereskan itu antara lain paspor dua pemain naturalisasi, status pemain lokal Brandon, hingga timnas yang wajib menang atas Thailand.

Diketahui, setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan telah mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Kartu Keluarga, Brandon Jawato dan Lester Prosper masih harus menunggu paspor yang belum jadi.

Paspor diperuntukkan untuk melengkapi dokumen pendaftaran entry by name pemain yang tampil di kualifikasi FIBA Asia Cup windows dua di Manama, Bahrain. Deadlinenya Senin (16/11).

"KTP dan KK sudah jadi kemarin, paspor yang belum tapi sudah foto. Artinya tinggal cetak saja, tetap masih kami kejar terus. Tapi kalau mau ikuti hari kerja Senin seharusnya sudah jadi," kata manajer Timnas basket Fareza Maulana kepada detikSport, Sabtu (14/11/2020).

Brandon Jawato dan Lester ProsperBrandon Jawato dan Lester Prosper Foto: (Istimewa)

Sehubungan dengan itu, Timnas basket juga masih menunggu kabar dari FIBA terkait status Brandon. Ia diharapkan bisa memperkuat tim dengan status sebagai pemain lokal alih-alih naturalisasi.

Jawato faktanya mempunyai darah Amerika Serikat-Indonesia. Ayah pemain berposisi forward itu berasal dari Bali.

Sementara itu, sesuai aturan FIBA hanya diperbolehkan satu pemain naturalisasi yang bermain dan satu slot itu akan digunakan untuk Prosper. Makanya, Timnas sangat berharap hal itu bisa menjadi pertimbangan FIBA.

"Sampai dini hari tadi kami terus komunikasi dengan FIBA terkait kasus Brandon (Jawato) dan mereka masih on proses. Keputusannya Senin pekan depan. FIBA kan di Swiss beda berapa jam dengan kita, jadi cukup menguntungkan juga buat kami untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan," katanya.

Andai itu semua selesai tepat waktu, ternyata jalan Timnas basket untuk bisa tampil di FIBA Asia Cup 2021 belum sepenuhnya lapang. Mereka harus bisa menang atas Thailand pada pertandingan yang berlangsung 28 November jika tidak ingin terperosok di posisi buncit Grup A.

Sebagai gambaran, dua tim teratas dari masing-masing grup mendapat tiket langsung ke putaran final FIBA Asia Cup 2021. Sementara peringkat ketiga akan mengikuti kualifikasi lanjutan.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat tiga, di bawah Korea dan Filipina. Skuad Rajko Toroman belum sama sekali mengantongi kemenangan dari dua laga yang mereka lakoni.

Andakara Prastawa dkk kalah dari Filipina dengan skor 70-100 dan Korea Selatan 76-109 di rumah sendiri pada Februari lalu.

"Kami wajib menang lawan Thailand buat mengamankan slot peringkat tiga karena kalau kalah mereka yang maju, kita (Timnas basket Indonesia) keempat. Sementara Thailand baru sekali main, dia belum lawan Filipina. Jadi memang laga melawan Thailand ini penentuan banget," ujar manajer yang karib disapa Mocha ini.

"Untuk itu, kami berharap dua orang (Brandon dan Prosper) ini sudah bisa main. Karena kita memang sudah diujung tanduk," dia menegaskan.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com