Jelang FIBA Asia Cup 2021, Koordinasi dan Komunikasi Jadi Kunci

Mercy Raya - Sport
Kamis, 03 Jun 2021 21:35 WIB
Agenda FIBA Asia Cup
Foto: Dok. Panpel FIBA Asia Cup
Jakarta -

Panitia Pelaksana (Panpel) FIBA Asia Cup 2021 meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait jelang digulirkannya event bola basket itu pada Agustus mendatang.

Junas Miradiarsyah, Ketua Panpel FIBA Asia Cup 2021, mengatakan peningkatan komunikasi secara intensif demi memuluskan penyelenggaraan, mulai dari perwakilan FIBA, Kemenpora, Satgas COVID-19, Pemda DKI dan lainnya.

"Koordinasi dan komunikasi ini kami bangun agar semuanya bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti menuju hari-H sebagaimana diharapkan Pak Presiden dan banyak pihak," kata Junas dalam keterangan rilisnya Kamis (3/6/2021).

Menurut Junas, apa yang dilakukan pihaknya juga sebagai bentuk respons atas besarnya dukungan pemerintah, khususnya Presiden RI Joko Widodo terhadap perhelatan bola basket terbesar di Asia tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (2/6/2021), Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, dan jajaran terkait.

Adapun yang dibahas terkait penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional di Indonesia, salah satunya soal FIBA Asia Cup 2021 yang rencananya dihelat 19-27 Agustus di Jakarta. Dalam ratas tersebut, Presiden Jokowi meminta agar FIBA Asia Cup yang akan digelar pada Agustus 2021 tersebut disiapkan dengan baik.

"Kami senang sekali atas perhatian besar Bapak Presiden Jokowi pada penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021. Perhatian ini akan membuat kami semakin bersemangat untuk bekerja lebih keras lagi agar event besar olahraga internasional pertama di Indonesia yang diselenggarakan pada masa pandemi ini berjalan sukses, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat," ujarnya.

Junas, yang juga Direktur Utama IBL, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Menpora Zainudin Amali dan Menparekraf Sandiaga Uno. Sebelumnya, Menparekraf mengusulkan diselenggarakannya ratas untuk membahas seputar persiapan ajang olahraga internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia, salah satunya FIBA Asia Cup 2021.

Ini menjadi bukti bahwa FIBA Asia Cup 2021 bukan semata berdampak pada aspek olahraga, melainkan juga sisi ekonomi. Menparekraf berharap FIBA Asia Cup 2021 mampu memantik bangkitnya perekonomian terutama di sektor pariwisata.

Sementara Menpora menyoroti kesiapan Indonesia dari sisi prestasi. Ia menekankan pentingnya persiapan timnas basket putra Indonesia agar bisa menembus target lolos ke FIBA World Cup 2023 yang akan berlangsung di Jepang, Filipina, dan Indonesia.

Timnas basket putra Indonesia harus mencapai target minimal peringkat delapan agar bisa berpartisipasi di turnamen akbar olahraga bola basket sejagat itu. Target itu merujuk pada pencapaian bola basket Indonesia sebelumnya di Asian Games 2018 Jakarta.

"Berkaca pada hasil Asian Games 2018, seharusnya Indonesia mampu menempati peringkat delapan besar," kata Amali dalam jumpa persnya.

(mcy/krs)