Para Pebasket Dukung Dimaz soal Sengkarut Kontrak dengan CLS

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 14 Jul 2021 22:05 WIB
Dimaz Muharri-Daniel Wenas
Daniel Wenas mendukung penuh Dimaz Muharri dalam sengketa dengan CLS Knights (IG @danielwenas)
Surabaya -

Dimaz Muharri kini tengah berkonflik dengan eks klubnya CLS Knights. Dimaz pun mendapat dukungan penuh dari para koleganya.

Ini diawali dari Dimaz yang menulis surat terbuka tentang permasalahan dengan CLS. Dalam surat tersebut, Dimaz menggambarkan kisruh kontrak dengan CLS.

Kisruh kontrak tersebut sampai membuat Dimaz dan CLS bertarung di meja hijau. Kasus ini mengharuskan Dimas membayar uang ganti ratusan juta rupiah.

Tak cuma itu, dua rumah milik Dimaz juga mau disita oleh CLS karena si pemain dianggap sudah melanggar kontrak yang ada. Maka wajar ketika kasus ini muncul ke publik, banyak yang terkaget-kaget termasuk para pebasket nasional.

Dukungan langsung mengalir di akun instagram Dimaz Muharri @selvdi. Nah, sampai saat ini dari pihak CLS pun belum membeberkan secara detil soal gugatan terhadap Dimaz.

Mereka pun diserang habis-habisan oleh fans dan juga pebasket karena dianggap bertindak semena-semena terhadap Dimaz.

Dalam sebuah unggahan soal Dimaz di akun @mainbasket, ada akun @michaelsugijanto yang belakangan diketahui adalah salah satu pengacara di Ansugi Law, kuasa hukum CLS.

"Saya tahu atlet identik dengan semangat yang berapi-api, tapi jangan buru-buru jadi pahlawan kesiangan ya. Takutnya nanti malah kalian yang menanggung malu di belakang. Lebih baik tunggu respons dari PERBASI, karena mereka lagi berusaha memediasikan. Doakan saja hasil yang terbaik bagi para pihak. Salam olahraga," tulis Michael.

[Gambas:Instagram]

Komentar Michael itu mendapat tanggapan dari pebasket Daniel Wenas yang merupakan rekan setim Dimaz di Louvre Surabaya saat ini.

"Kita sebagai atlet sangat semangat Mas, dan gak ada yang mau jadi pahlawan kesiangan kok," ujar Daniel.

"Kami pun meminta bantuan ke PERBASI agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan klien Mas dengan kawan kami sesama pebasket. Juga memberi tahu bahwa kami ini ada dan kami siap jadi aspirasi dan jembatan untuk para pemain lain," tambahnya.

[Gambas:Instagram]

Salah satu legenda basket Indonesia Ali Budimansyah juga urun komentar melalui akun @alibudi31. Dia menangggapi mengenai kata pahlawan yang digunakan Michael.

"Masalah pahlawan, iya kita semua pahlawan. Saya pahlawan dan beberapa teman yang dukung Dimas pernah membela nama INDONESIA. Nah yang saya tanya, lo pernah bela nama INDONESIA... Kalau udah, good for you. Kalau belum, biar masyarakat INDONESIA yang menilai," ujar Ali.

Ada netizen bernama @isa_anshariarif yang bingung mempertanyakan kenapa CLS harus menunggu tanggapan Perbasi. Apalagi CLS Knights harusnya bisa menempuh langkah di luar pengadilan dulu.

Selain saya bingung dengan pasal-pasal perjanjian antara penggugat dan tergugat, legal standing penggugat dalam "roh" kasus ini, saya juga bingung dengan langkah hukum Anda dalam menyelesaikan perkara ini. Kesannya seperti baru belajar Hukum Perdata dan beracara di pengadilan," tulisnya.

Semoga kasus ini segera berakhir ya, Dimaz!

(mrp/pur)