Tim Basket Putra DKI ke Final PON Papua Setelah Atasi Jatim

Femi Diah - Sport
Kamis, 07 Okt 2021 14:57 WIB
Pebasket DKI Jakarta, Yesaya Alessandro Saudale dikawal ketat oleh pebasket Jawa Timur, Andreas Marcellino Bonfillio pada pertandingan semifinal Bola Basket 5x5 Putra PON XX Papua di GOR Basket Mimika Sport Complex, Kamis (7/10/2021).
Foto: PB PON XX Papua / Ady Sesotya
Timika -

DKI Jakarta melaju ke babak final basket putra PON XX Papua 2021. Tiket ke babak puncak dituai usai mengatasi Jawa Timur lewat duel alot.

Dalam pertandingan di GOR Basket Mimika Sport Center, Kamis (7/10/2021), DKI kewalahan di kuarter pertama hingga kuarter ketiga. Kuarter pertama diselesaikan Erlan Perkasa dkk dengan tertinggal 15-20.

Kuarter kedua juga belum menjadi milik DKI. Tim besutan Tondi Syailendra itu tertinggal 34-39.

Memasuki kuarter ketiga, DKI juga masih kesulitan. Sempat menyamakan kedudukan beberapa kali, namun DKI tertinggal di akhir kuarter ketiga dengan angka 50-55.

Kuarter keempat menjadi momentum DKI untuk bangkit. Yesayas yang baru dimainkan di tengah pertandingan semakin panas dan rajin menyumbangkan poin.

DKI menutup kuarter keempat dengan kemenangan 78-70 lewat pertarungan sengit. DKI berhasil memperdayai Jatims ecara beruntun sejak unggul 60-57.

Yesayas menjadi pencetak poin terbanyak buat DKi dengan 17 poin. Adapun di kubu Jatim, poin paling banyak dibuat oleh si kapten Ikram Fadhil.

"Kami tidak menyangka bisa terbawa permainan Jatim di tiga kuarter itu. Kami coba memberikan instruksi lebih kepada pemain bahwa kalau sudah sampai selangkah lagi adalah final. Ini waktunya kita untuk mendapatkan emas," kata Yan Emmanuel Gomies usai pertandingan.

"Soal Yesayas baru bermain di tengah pertandingan, kami turunkan tim terbaik tetapi terus dievaluasi sesuai penampilan mereka. YAng kurang sip dirotasi," Yan menambahkan.

Yesayas puas bisa menyumbangkan poin terbanyak buat DKI dan memastikan tim melaju ke babak final. Dia bilang kerja sama tim menjadi kunci laju sip DKI.

"Ini hasil kerja tim dan kami selalu mendengarkan instruksi pelatih," ujar Yesayas.

Laju itu membuat DKI membuka peluang untuk mengembalikan emas PON lagi setelah hilang dua PON terakhir. "Jangan panik saja selama latihan, dan dengarkan instruksi pelatih," Yesayas menegaskan.

DKI dan Jatim sama-sama menunggu lawan di perebutan emas dan perunggu. Saat ini sedang berlangsung pertandingan antara Sulawesi Utara versus Jateng.

"Melihat penampilan anak-anak permainan tadi sangat memuaskan, tetapi secara medali jelas tidak memuaskan. Kami akan membayar kekalahan di semifinal ini buat besok di perebutan perunggu," ujar pelatih Jatim Kencana Wukir.

(fem/krs)