FIBA Asia Cup 2022 Hadirkan Penonton, Tinggal Tentukan Persentasenya

ADVERTISEMENT

FIBA Asia Cup 2022 Hadirkan Penonton, Tinggal Tentukan Persentasenya

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 02 Apr 2022 13:15 WIB
FIBA Asia Cup, Logo FIBA Asia Cup
Foto: Dok. Perbasi
Jakarta -

Penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2022 boleh disaksikan secara langsung oleh penonton. Namun berapa jumlah persentasenya, saat ini masih digodok.

FIBA Asia Cup digelar di Jakarta, mulai 12-24 Juli mendatang. Ada 16 tim negara yang akan tampil di ajang tersebut. Timnas basket Indonesia tampil di Grup A bersama Arah Saudi, Yordania, dan Australia.

Sebagai tuan rumah, Indonesia telah melakukan persiapan secara maksimal dalam menyambut tim-tim peserta. Dari mulai operasional, venue, Prokes COVID-19, hingga soal kehadiran penonton.

"Penonton boleh datang langsung pasti, tinggal persentasenya," kata Ketua Panpel FIBA Asia Cup 2022, Junas Miradiarsyah, kepada pewarta.

"FIBA Asia ini kan mundur jadwalnya, seharusnya Agustus lalu. Pada saat itu, kami sudah tentukan jumlah penonton yang hadir di angka 25 persen (dari kapasitas venue). Nah, untuk sekarang kami masih menentukan apakah 25, 50, atau 75 persen jumlah penontonnya," dia menjelaskan.

Menurut Junas, dalam rapat koordinasi terakhir dengan kepolisian sejatinya sudah diusulkan penonton yang hadir pada angka 75 persen. Usulan itu menyesuaikan peraturan kesehatan COVID-19 Jakarta saat ini. Tapi, ia tak ingin berspekulasi lebih jauh karena tergantung situasi dan kondisi ke depan.

"Bisa saja full atau bisa turun (jumlah penontonnya). Amit-amit ya kalau situasi kita tidak tahu kan tergantung pihak kepolisian dan pemerintah. Misalnya, mesti harus turun pada angka 50 persen, ya kami tetap ikut," ujarnya.

"Mungkin nanti menjelang tanggal 12 Juli atau satu dua pekan jelang pelaksanaan akan ditentukan persentasenya. Tapi kami sudah mengusulkan di rapat itu penonton di angka 75 persen," sebut Junas.

Sementara untuk aspek lainnya, Junas mengaku sudah semakin siap. "Kalau dari sisi venue, karena kita menggunakan Istora harusnya tak ada masalah. Venuenya sudah jadi dan kita sudah pernah melakukan pertandingan di sana untuk Asian Games 2018. Ya kami mengikuti pola yang sama."

"Mengenai operasional lainnya, itu yang terus kami siapkan. Ini kan acara besar jadi harus berkoordinasi dengan kementerian, untuk masalah teknis, simulasinya kapan dan lainnya," tuturnya.

Mengingat acara masih digelar di tengah pandemi COVID-19, Junas mengatakan, FIBA Asia Cup masih menggunakan sistem bubble.

"Konsepnya tetap bubble tapi kami menyesuaikan. Contoh, jika kita selenggarakan di bulan Februari tentu ada periode karantina 7 hari dulu, baru pindah ke bubble. Nah, saat ini kami mengusulkan sistemnya mereka karantina di negaranya, kemudian ada tes, jika negatif maka berangkat. Kalaupun nanti ada karantina, paling 1 hari atau 3 hari dan itu langsung ditempat bubblenya," dia menjelaskan.

"Tapi jika melihat hari ini kasusnya mudah-mudahan terus melandai ya, walaupun kita juga tidak boleh lengah. Artinya kami akan tetap buat standar dalam kondisi yang paling buruk," ujarnya.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT