Sister City 2007
Indonesia Juara
Sabtu, 16 Jun 2007 20:23 WIB
Jakarta - Tim nasional Indonesia keluar sebagai juara turnamen Sister City 2007 setelah di final menundukkan tim Seoul Korea University di final, Sabtu (16/6/2007).Bertanding di hadapan sekitar 2.000 penonton di Britama Arena, Sportsmall, Kelapa Gading, timnas tampil sangat perkasa. Sebaliknya, Seoul tampil anti klimaks setelah di semifinal mampu menembus poin 100 atas Beijing Tsinghua University.Hanya di kuarter pertama, Seoul bisa menandingi timnas. Lewat permainan cepat, Yang Woo-Sub cs cuma tertinggal 18-19. Namun di kuarter kedua, Seoul mulai kesulitan. Setelah unggul 21-19, Seoul dengan cepat tertinggal 29-24. Dua poin sumbangan Denny Sumargo memperbesar keunggulan timnas menjadi 10 poin (36-26).Timnas bahkan sempat unggul 15 angka lewat tiga poin Faisal J. Ahmad, sebelum Seoul memperkecil ketinggalannya menjadi 13 poin di penghujung kuarter kedua. Skor 47-34 untuk timnas saat halftime.Di kuarter ketiga, Seoul semakin terbenam. Hanya 11 poin diraih Seoul, sementara timnas menambah 19 poin. Kuarter ketiga Mario Wuysang cs memperbesar keunggulannya menjadi 21 poin (66-45).Keperkasaan timnas makin kentara di kuarter keempat. Sebanyak 21 poin berhasil dibukukan timnas, sementara Seoul hanya lima poin. Timnas pun sempat melaju 12-0, sebelum Seoul menghentikan laju tim yang diasuh oleh Fiktor Roring itu dengan sebuah tembakan bebas. Skor akhir 87-50.Tampil sebagai top skor untuk timnas, Wahyu Widayat Jati, dengan raihan 14 poin dan lima rebound. Menyusul kemudian Denny Sumargo (13 poin) serta Wellyanson Situmorang dan Faisal dengan masing-masing menyumbang 11 poin. Sementara dari kubu Seoul, poin terbanyak dibukukan oleh Choi Yun-ho (13 poin). Bang Kyeung-soo menambah 12 poin, sementara Lee Na-nam menyumbang enam poin.Namun demikian dipilih sebagai "Man of The Match" final adalah Youbel Sondakh. Youbel mengemas 11 poin, 12 rebound dan tiga assist. Seusai pertandingan pelatih Fiktor Roring mengaku terkejut dengan hasil tersebut."Semua pemain main bagus, kayaknya anak-anak termotivasi oleh dukungan penonton," sebutnya. "Seoul kayanya main anti klimaks, kami diuntungkan oleh pertandingan Seoul melawan Beijing," tukasnya.Namun pria yang akrab disapa Ito itu mengingatkan timnas supaya jangan cepat berpuas diri. "Ini belum seberapa, mudah-mudahan mereka bisa tampil lebih baik di Sea Games."Beijing Peringkat TigaSementara itu posisi pada perebutan posisi ketiga, Tsinghua University Beijing sukses menundukkan Istanbul 84-55. Hasil ini menjadi penawar duka Beijing yang harus kehilangan gelarnya di turnamen tahun ini.Beijing yang mengistirahatkan shooting guard Liu Ziqiu gagal menampilkanpermainan terbaiknya di kuarter awal. Meski demikian, tim asuhan Huang Yunlong mampu memimpin 18-11 di akhir kuarter pertama.Keunggulan sang juara bertahan terus terjaga di kuarter kedua dan bahkan mampu menjauhkan margin poin menjadi 42-20. Setelah mengakhiri kuarter tiga dengan 69-46, Beijing akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 84-55."Peringkat ketiga memang realistis untuk kami. Sebab persiapan kami memang kurang maksimal. Ditambah tim-tim yang berkompetisi tahun ini lebih kompetitif," ucap Li Bo, asisten pelatih Beijing. (mel/lom)











































