Setelah ditinggal pabrikan Honda di akhir tahun kemarin, tim Honda hingga kini belum mendapatkan pembeli untuk menjamin keikutsertaan mereka di balapan F1 musim ini. Beberapa investor sempat dikabarkan tertarik, meski hingga kini belum ada yang mencapai finalisasi.
Ecclestone yang sangat berharap jumlah grid F1 tetap terisi penuh musim ini ternyata sempat terpanggil untuk memberikan bantuan dengan berencana membeli 65% kepemilikan tim tersebut. Namun proposalΒ bernilai 100 juta poundsterling (sekitar Rp 1,7 triliun) dimentahkan Nick Fry dan Ross Brawn, yang jika penawaran tersebut diterima masing-masing dapat jatah 17,5 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tawaran ini sebenarnya memberikan jaminan bagi mereka. Namun mereka ternyata ingin melakukan segala sesuatunya dengan caranya sendiri. Sekarang yang bisa kita lakukan tinggallah berharap dan berdoa. Saya rasa tidak semua orang tahu apa yang tejadi pada Honda. Sekarang terserah saja bila mereka tetap bersikeras dengan pemikiran mereka, " tambah Ecclestone.
Selain ingin membuat grid F1 tetap terisi penuh, alasan pria berusia 78 tahun itu ingin menyelamatkan Honda karena keberadaan Bruno Senna. Dalam pandangannya, kembalinya nama Senna di F1 akan menjadi sesuatu yang sangat diharapkan pencinta balapan jet darat itu.
Ecclestone masih menyimpan asa Honda dapat mencabut keputusannya dan bisa berkompetisi di musim 2009 ini. Ada tiga jalan yang bisa dilakukan, yaitu menerima tetap membuka kesempatan bagi investor untuk menanamkan modal, menerima tawaran yang diajukan Richard Brenson (salah satu calon pembeli), atau kombinasi dari keduanya.
Kendati begitu, bos F1 yang juga pemilik klub sepak bola Queens Park Rangers ini sudah pasrah bila kenyataan tidak sejalan dengan harapannya. Ecclestone pun mengaku siap kehilangan Honda dari kompetisi jet darat ini.
"Bila kami kehilangan McLaren atau Ferrari, atau tim seperti BMW, orang-orang akan terus bertanya, ada apa dengan F1?. Namun, saya rasa hal itu tidak akan terjadi dengan Honda. Bukankah mereka tidak mencatat prestasi baik musim lalu?" pungkasnya. (din/krs)











































