Sejak terjun di F1 di musim 2008, Piquet junior tampil kurang memuaskan. Bergabung bersama Renault, pembalap kelahiran 25 Juli 1985 ini menempati posisi ke-12 klasemen akhir musim 2008 dengan koleksi poin 19. Ia sembilan kali gagal finish. Ada pun prestasi terbaiknya adalah runnerup di GP Jerman.
Sementara untuk musim ini, hingga seri keempat pembalap yang akrab dipanggil Nelsinho itu belum pernah mendapatkan poin. Kegagalan finish juga sudah dialaminya yakni di seri pertama, GP Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana bisa pembalap memperoleh rasa percaya diri, bila para teknisi berteriak lewat komunikasi radio dan mengatakan bahwa Nelson mengemudikan mobil dengan buruk karena ia gagal di kualifikasi?" ujar mantan juara dunia yang kini berusia 56 tahun itu.
Namun Piquet senior yakin bahwa sang anak bisa berbicara banyak di balapan-balapan berikutnya. Posisi yang di raih di GP Bahrain akhir pekan lalu, yakni posisi 10, dinilai sebagai pencapaian yang cukup berarti mengingat Nelsinho start dari posisi 15. Sejauh ini, pencapaian di Bahrain merupakan yang terbaik dari Nelsinho. Di dua balap lainnya, ia finish di posisi 13 (GP Malaysia) dan ke-16 (GP China).
"Di Barcelona, ia akan bertindak lebih baik daripada di Bahrain. Nelsinho paham apa yang harus ia lakukan," pungkas sang ayah sembari merujuk pada seri berikutnya yang digelar 10 Mei mendatang.
(krs/a2s)











































