Semenjak digelar tahun 2005 silam, hanya ada satu pemenang di GP Turki: Felipe Massa. Dalam empat kemenangannya di sana, driver Ferrari itu selalu meraihnya setelah lebih dulu mendapatkan pole position.
Dari fakta tersebut, kesuksesan finis di posisi pertama dalam balapan di lintasan sepanjang 5,34 km itu sangat mungkin akan kembali ditentukan sedari sesi kualifikasi. Inilah yang akan dikejar Button yang sudah empat kali pole dari enam seri musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarah F1, belum pernah ada seorang pembalap yang gagal jadi juara dunia usai memenangi lima balapan dari enam seri pembuka. Artinya, sejarah sudah berpihak kepada Button, kendati dia tentu saja harus terus menjaga konsistensi.
Di Turki nanti, Button juga berpeluang melebihi rekan senegaranya Lewis Hamilton. Jika berhasil menang, Button akan meraih kemenangan keenam dalam satu musim, sedangkan raihan terbaik Hamilton sejauh ini cuma lima kali juara dalam satu musim. Itu dia catat tahun lalu saat jadi juara dunia.
Selain melebihi Hamilton, Button juga diiming-imingi masuk ke dalam jajaran pembalap prestisius yang terdiri dari Nigel Mansell, Damon Hill, Jim Clark, Jackie Stewart dan James Hunt. Kelimanya pernah jadi juara dunia dan telah mencatatkan enam kemenangan dalam semusim.
Semakin luar biasa lagi, jika Button benar-benar menang di Turki maka dia akan jadi pembalap Inggris pertama yang bisa juara di empat seri beruntun semenjak Nigel Mansell melakukannya pada tahun 1992 silam. Di luar Inggris, Fernando Alonso asal Spanyol pernah melakukannya tahun 2006.
Mengingat performa Brawn GP dan Button musim ini, kemenangan di Turki sangat mungkin dicapai si pembalap berusia 29 tahun tersebut.
(krs/din)











































