Sejak GP Turki digelar sejak tahun 2005, cuma ada dua pembalap yang pernah jadi juara di Istanbul Park. Setelah Kimi Raikkonen menjuarai pergelaran perdana, tiga pentas berikutnya dimiliki Massa.
Karena itulah, banyak yang berharap Massa bisa berbicara banyak di seri ini. Apalagi, Ferrari memperlihatkan penampilan apik di GP Monako dengan menyabet peringkat tiga dan empat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap bisa kompetitif di sini, lebih kompetitif dari hasil hari ini. Namun kami kehilangan kecepatan. Dan bila Anda kehilangan kecepatan, Anda tak punya kesempatan menang," komentar Massa seperti dilansir Autosport.
Kecepatan menjadi kunci keterpurukan Ferrari karena Massa mengaku bahwa sebenarnya mobilnya cukup seimbang. Kelemahan di sisi aerodinamis dituding pembalap Brasil itu sebagai biang keladinya.
"Mungkin mobil kehilangan sedikit downforce karena di sektor pertama di mana downforce amat dibutuhkan, kami sedikit lambat. Kami tak punya downforce, meski mobil kami cukup seimbang," tukas pembalap 28 tahun itu.
Massa tak lupa memberi pujian bagi Jenson Button dari Brawn GP yang sukses jadi juara. Runner-up dunia tahun lalu itu menyebut kans Brawn jadi juara dunia kini terbuka lebar meski menolak melempar handuk tanda menyerah kalah.
"Banyak orang komplain bahwa saya sudah menyerah. Saya tidak menyerah, namun saat Anda melihat Brawn lebih kompetitif dibanding yang lain, dan bila mereka tidak berbuat salah, maka mereka akan juara," tutup Massa.
(arp/din)











































