Seperti dikutip oleh koran Inggris Times, Ecclestone beberapa hari lalu mengatakan bahwa ia lebih memilih rezim totalitarian daripada demokrasi. Ia juga menilai positif seorang Hitler yang pernah jadi diktator di Jerman.
Akibat ucapan itu, Ecclestone sudah mengakui bahwa ia salah dan mengaku dirinya bodoh. Tetapi Direktur Motorsport BMW Mario Theissen mendesak permintaan maaf formal dari supremo F1 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jelas mengatakan kalau (komentar) itu adalah hal yang salah. Menjijikkan," ketus Theissen seperti dikutip Autosport.
"Tampaknya, dia terkejut sendiri ketika dikonfrontir atas apa yang ia ucapkan. Tetapi ia sudah mengatakannya. Saya sudah dengar ia akan membuat pernyataan setiba di sini (Jerman). Saya pikir itu wajib," tukasnya cepat.
Tetapi Theissen menolak kalau ucapan Ecclestone itu akan memengaruhi negosiasi yang sedang berlangsung antara badan yang dipimpin Ecclestone yakni Formula One Management (FOM), Asosiasi Tim F1 (FOTA) dan FIA.
"Negosiasi yang sedang berlangsung tidak cuma dilakukan oleh Bernie. Jadi kami harus memastikan bahwa kami akan mendapatkan sebuah kesimpulan," tandas Theissen.
(arp/roz)











































