Barrichello sedang dalam suasana yang penuh kesedihan. Sebuah kerusakan yang dialami mobilnya membuat pembalap lain mengalami kecelakaan dan menderita cedera serius.
Sebuah benda yang dikonfirmasi oleh tim BrawnGP sebagai damper yang terlepas dari mobil Barrichello menghantam helm Massa. Selanjutnya, pembalap Ferrari itu mengalami kecelakaan. Cedera parah membuatnya harus dioperasi dan dipastikan absen di balapan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin di samping Massa karena tidak ada satu pun keluarganya ada di sini," lanjut pembalap kedua BrawnGP itu.
Menurut Barrichello kecelakaan ini merupakan sebuah pertanda bagi dunia olahraga otomotif. "Saya tidak percaya ada kejadian yang bersifat kebetulan. Semua hal terjadi karena ada alasannya," ujar pria yang biasa disapa Rubinho itu.
Barrichello sendiri pernah mengalami kecelakaan hebat di sirkuit Imola tahun 1994. Sirkuit itu juga memakan nyawa pembalap Brasil lainnya, Ayrton Sennia serta pembalap Austria Roland Ratzenberger.
"Imola merupakan pertanda. Setelah itu mobil dikembangkan lebih baik lagi. Sayang kami kehilangan rekan. Itu sungguh meneyedihkan."
"Menurut saya, insiden Massa ini merupakan pertanda kedua," lanjutnya sembari merujuk kepada kematian pembalap F2 Henry Surtees sepekan yang lalu sebagai pertanda pertama.
"Kami di asosiasi pembalap grand prix (GDPA) sudah membahas ini dan sesuatu harus dilakukan," pungkasnya.
(nar/a2s)











































