Formula 1 seperti akan mendapat juara baru di paruh musim ketika Button teramat dominan. Naik podium teratas sebanyak enam kali dari tujuh balapan, tentu saja membuat pembalap Inggris itu dijagokan bakal menjadi kampiun di akhir musim.
Tapi cerita dominasi Button berangsur-angsur redup, seiring dengan menurunnya performa Brawn GP, sampai Rubens Barrichello memenangi GP Eropa minggu lalu. Dan Button belum pernah lagi naik podium dalam lima seri terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak tekanan pada pembalap kami, tekanan yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Dan dia (Button) harus terbiasa dengan itu," demikian analisis bos tim Ross Brawn kepada BBC sesuai balapan. "Tapi dia menanganinya dengan sangat baik."
Mengomentari kesialannya, Button mengaku tak bisa berbuat apa-apa ketika disundul Grosjean. Perihal posisinya sebagai pimpinan klasemen sementara yang menjadi jauh dari aman, ia berusaha menyikapinya dengan tenang.
"Saya positif. Tak ada alasan untuk down. Saya kehilangan dua poin dari keunggulan di klasemen, yang mana itu memang tak bagus β¦ Kami harus berharap hal itu tidak terulang di balapan selanjutnya," ujar Button seperti dilansir dari Reuters.
Ia juga tak semata-mata melihat faktor dirinya sehingga performanya menurun, tapi juga tim-tim lain. "Tadinya kami kira Red Bull akan menang mudah. Jadi ini menunjukkan bahwa banyak tim sudah kuat sekarang."
Sama seperti Button, Brawn juga enggan bersikap pesimistis. Kompetisi masih menyisakan lima seri, dan tim debutan sepeninggal Honda hengkang itu siap memburu peruntungannya lagi.
"Saya selalu katakan pada mereka, lihatlah enam bulan ke belakang, dan kita tak punya tim. Apapun yang kami dapatkan, itu akan menjadi sebuah bonus besar," tukas Brawn. "Akan bikin frustasi kalau kami tak bisa mencapai apa yang kami inginkan. Tapi yang akan kami peroleh sangat besar." (a2s/key)











































