Renault Terancam Dipecat dari F1

Renault Terancam Dipecat dari F1

- Sport
Selasa, 01 Sep 2009 12:14 WIB
Renault Terancam Dipecat dari F1
Paris - Renault menghadapi ancaman serius jika mereka terbukti bersalah mengatur hasil balapan di GP Singapura tahun lalu. Sanksi terberat yang mungkin jatuh adalah pemecatan dari F1.

Tampil buruk di sepanjang musim, Fernando Alonso meraih gelar juaranya yang pertama di musim 2008 di balapan malam GP Singapura. Keberhasilannya duduk di podium tertinggi tak lepas dari kecelakaan yang menimpa rekan setimnya saat itu, Nelson Piquet Jr.

Muncul dugaan kalau kecelakaan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Salah satu dasar kecurigaannya adalah fakta bahwa sebelum safety car masuk ke lintasan akibat kecelakaan Piquet, Alonso sudah lebih dulu masuk pit stop. Alhasil ketika safety car menghilang dari trek, dan banyak pembalap melakukan pit stop, posisi Alonso pun terdongkrak naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukan hal yang kami butuhkan saat ini. Saya pikir pada awalnya hal tersebut akan membuat Renault marah. Mereka meninggalkan olahraga ini adalah sesuatu yang berbahaya. Maksud saya, semoga saja kondisinya tidak benar seperti itu, tapi segala hal bisa saja terjadi," ungkap Bernie di Guardian.

"Jujur saja, saya katakan apa yang saya tahu. Yang saya tahu Flavio (Briatore) bersikeras kalau dia tak tahu apapun soal hal tersebut. Saya pikir FIA menyelidiki berbagai hal. Mereka mencoba mencari tahu faktanya. Saya pikir mereka akan kecewa jika menemukan bahwa apa yang dianggap orang benar ternyata memang benar," lanjut Supremo F1 tersebut.

Belum diketahui kapan pengumuman hasil penyelidikan tersebut akan dilakukan, juga sanksi yang mungkin diterima Renault jika tuduhan itu terbukti benar. Sementara Dailymail menyebut kalau penyelidikan yang sedang dilakukan tersebut bisa bermuara pada tim principal Flavio Briatore.

Sebagai informasi, Briatore dan Ecclestone kini tercatat sebagai pemilik bersama klub sepakbola Queens Park Rangers, yang saat ini berlaga di Divisi I Liga Inggris. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads