Piquet telah mendapat kekebalan sebelum sidang Dewan Motor Sport menjatuhkan hukuman kepada Renault. Dia memang menjadi korban karena mendapatkan instruksi untuk menabrakkan mobilnya ke dinding saat GP Singapura tahun lalu.
Hal itu dilakukan oleh Renault untuk melapangkan jalan Fernando Alonso menjadi juara. Meski Piquet hanya menjalankan perintah timnya namun dia mengaku menyesal telah melakukan hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap kelahiran Jerman 25 Juli 1985 mengungkaplan bahwa selama 18 bulan dengan Renault di bawah Flavio Briatore harusnya menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Namun hal itu berubah menjadi sebuah mimpi buruk.
"Setelah memimpikan menjadi pembalap F1 dan setelah bekerja keras untuk ke sana, saya mendapatkan belas kasih Mr Briatore. Dia punya masa depan saya tapi dia tidak peduli dengan hal itu," keluh Piquet.
"Sekarang saya telah keluar dari situasi itu saya tidak percaya bahwa saya setuju dengan rencananya. Namun ketika itu diberikan kepada saya, saya merasa tidak berada di posisi untuk menolaknya," ujarnya.
Piquet mengakui bahwa dia sekarang harus mencoba lagi karirnya dari nol. Namun dia mengaku senang masalah tersebut bisa terungkap dan bisa diselesaikan dengan baik oleh FIA.Β
"Saya tidak berharap dimaafkan atau dilupakan tetapi paling tidak sedikitnya sekarang orang bisa menarik kesimpulan mereka berdasarkan atas apa yang benar-benar terjadi," tukasnya.
(key/key)











































