Red Bull akan start satu-dua dalam balapan GP Australia setelah mencatatkan hasil tersebut di dalam sesi kualifikasi, Sabtu (27/3/2010), dengan Sebastian Vettel ada di depan Mark Webber.
Hasil ini menuai kecurigaan dari Prinsipal Tim McLaren Martin Whitmarsh. Dia menilai mobil Red Bull menggunakan sebuah teknologi kontroversial, karena sebelumnya dianggap ilegal, sebagai bentuk dari interpretasi dari peraturan musim 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peraturan asli tak mengizinkan sistem semacam itu tapi kini kami harus menggunakan sistem itu secepatnya, semoga sudah saat GP China," kata Whitmarsh di Planet F1.
Penilaian Whitmarsh itu dilontarkan setelah dia meligat bahwa sejumlah mobil, termasuk Red Bull, melaju dengan lebih rendah ke lintasan dalam sesi kualifikasi.
Dikonfrontasi dengan tudingan negatif tersebut, Red Bull langsung bereaksi. Kubu 'Banteng Merah' membantah menggunakan teknologi sistem kendali ride-high.
"Tak ada sistem semacam itu di mobil kami," terang juru bicara Red Bull di Reuters.
(krs/roz)











































