Dua kemenangan, di Spanyol dan di Monako, membuat Webber berdiri di puncak dengan nilai 78. Koleksi angkanya sama dengan rekan setimnya di Red Bull, Sebastian Vettel, tapi Webber unggul jumlah gelar juara seri.
Musim 2010 memang masih jauh dari selesai karena baru berlangsung enam seri dari 19 seri yang diagendakan. Tapi Brabham, pria Australia yang jadi juara dunia F1 tahun 1959, 1960 dan 1966 menganggap kans Webber jadi juara dunia sangat bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah hari yang hebat buat Mark dan Australia. Ini (GP Monako) adalah balapan yang prestisius, yang paling berat dan sulit di dunia dan dia melangkah dengan benar. Saya menonton seluruh balapan dan dia sangat, sangat bagus," sanjung Brabham.
Orang Australia terakhir yang berhasil jadi juara dunia di F1 adalah Jones yang melakukannya pada tahun 1980. Brabham melihat Webber punya potensi untuk mengekor jejak Jones tahun ini.
"Seorang Australia jadi juara dunia lagi akan jadi hal terhebat yang bisa saya bayangkan. Saat Anda juara di Monaco, Anda bisa jadi juara dunia. Saya berharap dia bisa melakukannya dan saya pikir dia akan juara," yakin Brabham yang kini berusia 84 tahun.
Pujian serupa datang dari Jones. Pria yang kini berusia 63 tahun itu menyebut Webber punya kemampuan teknis hebat sekaligus mental baja yang membuatnya bisa menahan tekanan.
"Dia terus membaik. Kepercayaan dirinya terus terbangun, dan mengalahkan Vettel dalam dua kesempatan akan sangat membantu dia," sanjung Jones.
(arp/roz)











































