Isu favoritisme mencuat pasca GP Inggris dua pekan silam. Ketika itu Webber menuduh timnya lebih memfavoritkan Vettel terkait dengan penggantian sayap depan.
Webber cukup intens melontarkan kritik bahkan sampai mengatakan penyesalan karena telah memperpanjang kontrak bersama "Banteng Merah". Sementara itu Vettel yang semula bersikap kalem, dalam perkembangan selanjutnya juga menyentil sikap rekan Australia-nya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun persaingan antara driver Jerman dan Australia itu kemungkinan bakal kembali muncul. Pasalnya Dietrich Mateschitz selaku owner tim "merestui" bila keduanya saling berkompetisi.
"Kami tidak punya pembalap pertama dan kedua. Mendahulukan salah satu pembalap tidak ada dalam filosofi saya dalam memandang balapan," ujar Mateschitz seperti dikutip dari Guardian.
"Mobil yang digunakan kedua pembalap sudah jelas memiliki standar yang setara. Masalah soal sayap depan di Silverstone adalah sebuah pengecualian," ujar pria asal Austria itu.
"Kedua pembalap kami sudah paham bila harus saling mengalahkan dan mereka juga membutuhkan satu sama lain untuk mendapatkan poin maksimal dari kompetisi," lanjut Mateschitz.
"Kita tidak bisa merencanakan siapa yang menjadi (pembalap andalan untuk) juara. Kami berbicara soal balapan, yang menuntut keringat, darah, dan air mata, bukan soal siapa yang lebih berpeluang," tutup pebisnis yang merupakan salah satu pendiri perusahaan Red Bull itu.
Di klasemen sementara, Webber saat ini ada di posisi ketiga dengan poin 128. Vettel berada satu strip di bawahnya dengan nilai 121. Ada pun kompetisi masih menyisakan sembilan seri.
(nar/din)











































