Alonso sukses menjuarai lomba tersebut setelah melawati Felipe Massa di lap 49. Massa diduga memberikan jalan kepada rekan se-timnya itu akibat perintah dari tim.
Meskipun Ferrari telah membantah tetapi steward punya pendapat lain. Usai berbicara dengan pihak terkait, steward akhirnya menyatakan tim 'Kuda Jingkrak' bersalah dan dijatuhi sanksi berupa denda senilai 100 ribu dolar AS (Rp 903 juta).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu Rubens Barrichello yang merupakan rekan dia tengah memimpin balapan. Tetapi timnya melalui Jean Todt--kini menjadi Presiden FIA-- memberikan perintah untuk memberi jalan kepada Schumi supaya bisa menyalip dan akhirnya menjuarai balapan.
"Saya pernah dikritik di masa lalu dan saya akan bilang bahwa saya akan melakukan hal yang sama jika saya berada di situasi yang sama," bela pembalap Mercedes GP itu dilansir dari Independent.
"Pada akhirnya, apa yang kita harapkan dari kompetisi ini? Ini memperebutkan sebuah gelar juara dan cuma satu orang yang bisa memenanginya."
"Di akhir tahun (kompetisi), jika Anda ternyata kehilangan gelar gara-gara balapan itu Anda pasti akan bertanya kepada diri sendiri, fans, televisi, jurnalis, kenapa Anda tidak berbuat demikian?," tuntas juara dunia tujuh kali itu.
Team order di awal tahun dilahirkannya kompetisi F1 pada 1950 merupakan tindakan yang dilegalkan. Namun, karena dinilai sebagai tindakan yang tidak fair maka diutuskan untuk melarang kebijakan ini mulai musim 2003.
(rin/key)











































