Ferrari Tak Bisa Diremehkan Lagi

Ferrari Tak Bisa Diremehkan Lagi

- Sport
Senin, 02 Agu 2010 15:00 WIB
Ferrari Tak Bisa Diremehkan Lagi
Jakarta - Nyaris sepanjang paruh pertama kompetisi Formula 1 musim 2010 Ferrari bagai tenggelam. Tapi hasil di dua balapan terakhir bicara, The Prancing Horse sudah tidak bisa diremehkan.

Ferrari mengawali musim 2010 dengan sempurna berupa kemenangan 1-2 di Bahrain. Tapi setelah itu tim Italia tersebut terpuruk; praktis cuma runner-up Fernando Alonso di GP Spanyol yang bisa dibanggakan. Di sembilan GP lainnya, Ferrari melempem.

Peruntungan tersebut berubah di GP Jerman akhir pekan lalu. Saat itu, Ferrari berhasil finis 1-2 lagi lewat Alonso dan Felipe Massa meski kasus team order sedikit merusak kebangaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepekan berselang, Ferrari kembali memperlihatkan potensinya di GP Hongaria. Meski Alonso hanya jadi runner-up dan Massa di peringkat keempat, Ferrari menunjukkan kalau mereka mulai bisa menyaingi Red Bull dan McLaren.

Ini adalah buah dari perbaikan besar yang dilakukan Ferrari terhadap mobil F10 mereka, terutama di sisi aerodinamikanya, sejak sebelum GP Eropa di Valencia akhir Juni lalu. Meski perbaikan itu belum terlihat di Valencia dan GP Inggris, toh setidaknya kebangkitan ini belum terlambat bagi Ferrari.

Memang, Alonso sendiri mengakui kalau kecepatan Red Bull masih sulit disaingi. Sebagai contoh, di kualifikasi saja Alonso tertinggal 1,2 detik dibanding Sebastian Vettel.

"Kami jelas lebih lambat dibandingkan keduanya (Vettel dan Mark Webber) sepanjang akhir pekan ini. Sudah bukan kejutan lagi saat membalap di lintasan," aku Alonso kemarin.

Di balapan pun sama saja. Alonso menyebut Vettel bisa 1-2 detik lebih cepat ketimbang mobilnya. Kendati begitu, di akhir lomba Alonso tetap finis di depan Vettel.

"Kecepatan kami kurang bagus dan kami menjalani sekitar 40 lap dengan Vettel 1-2 detik lebih cepat ketimbang kami," terang Alonso.

Perbaikan tentu saja masih harus diteruskan Ferrari karena saat ini mereka belum terlalu maksimal. Waktu untuk banyak melakukan pengembangan cukup terbuka karena F1 akan libur selama empat pekan sebelum dimulai lagi di Belgia, 29 Agustus.

"Kami harus mengakui, Red Bull kali ini lebih kuat daripada kami. Tapi kami akan mencoba lagi di (Sirkuit) Spa (Francorchamps)," tekad prinsipal Ferrari, Stefano Domenicali, bagai mengirim pesan kepada para kompetitor untuk tidak meremehkan mereka lagi.


(arp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads