Dalam GP Korea yang berlangsung di atas lintasan basah, Minggu (24/10/2010), Webber out di lap 18. Mobil Red Bull bernomor 6 yang dikendarai Webber melintir, melabrak tembok dan kemudian ditubruk oleh mobil Nico Rosberg.
Di mata Berger, mantan pembalap Ferrari, Webber memang berniat untuk menyeret pembalap lain ikut keluar lomba. Yang ia incar sesungguhnya bukan Rosberg, tapi Lewis Hamilton atau Fernando Alonso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih dari Berger, Webber seharusnya bisa menghentikan mobilnya setelah menabrak tembok pembatas sehingga mobilnya tidak jadi liar dan membuat Rosberg menumbuknya.
Horner menepis tudingan Berger itu dengan mengatakan kalau situasi trek membuat Webber tidak bisa serta-merta menghentikan mobilnya.
"Agar jelas, tidak ada niat Mark untuk menyeret pembalap lain out setelah tabrakan di GP Korea. Menyatakan sebaliknya benar-benar menggelikan," tutur Horner.
"Setelah tabrakan Mark dengan tembok, terlihat jelas di televisi dan dari data mobilnya, mobil Mark rusak berat. Tapi, sudah jadi kebiasaan dan insting pembalap manapun, dia tidak menyerah dan mencoba terus," imbuhnya.
"Di kondisi mengerikan seperti itu, Mark membuat keputusan kilat untuk lanjut seperti halnya setiap pembalap akan bertindak di situasi itu. Absurd bila dibilang Mark secara sengaja ingin menyeret pembalap lain keluar," tandas Horner.
Foto: Mobil Mark Webber setelah keluar dari lomba GP Korea, Minggu (24/10/2010). (Getty Images/Paul Gilham)
(arp/din)











































