Tim-Tim Michelin Terancam Dihukum
Selasa, 21 Jun 2005 02:03 WIB
Jakarta - Tujuh tim pemakai ban Michelin tampaknya harus siap menerima konsekuensi atas tindakan boikot di GP AS, Indianapolis. Mereka terancam sanksi disiplin FIA.Keputusan untuk tidak berlaga di detik-detik terakhir GP AS, Senin (20/6/2005) dinihari kemarin mulai menimbulkan dampak bagi para pelakunya. Nasib tujuh tim Michelin yang meninggalkan arena pertarungan pasca lap pemanasan itu di ujung tanduk. Setidaknya sanksi disiplin diperkirakan bakal diterima oleh tim-tim Michelin saat pertemuan FIA di Paris pada 29 Juni nanti. Pihak FIA bereaksi keras terhadap pemboikotan tersebut. Aturan mengenai ban tertulis jelas bahwa pihak produsen ban harus membawa dua tipe ban di tiap seri balapan, di mana satu tipe ban dipastikan aman sebagai pilihan terakhir.Namun yang terjadi di Indianapolis, dua ban Michelin yang dibawa dinilai tak aman setelah terungkap di insiden Ralf Schumacher di sesi latihan. FIA pun sangat gusar pada kegagalan Michelin menyediakan ban yang memandai. Direktur balapan FIA Charlie Whiting menulis surat ke Michelin mengekspresikan keterkejutannya kalau tak ada ban aman yang mereka sediakan di Indianapolis. "Kami sangat terkejut atas masalah ini. Seperti diketahui setiap tim diizinkan membawa dua tipe ban berbeda untuk memastikan mereka punya cadangan sehingga tak ada problem yang tak bisa diselesaikan.""Sangat sulit dimengerti mengapa mereka tidak menyuplai tim dengan ban tepat setelah bertahun-tahun punya pengalaman di Indianapolis. Dan tim-tim yang tidak disuplai seperti aturan ban juga akan dibahas oleh FIA sesuai relasinya," demikian pernyataan tertulis Whiting seperti dikutip Sportinglife, Selasa (21/6/2005). Tak ketinggalan Presiden FIA menambahkan bahwa permasalahan tersebut akan diselidiki sebelum memasuki keputusan akhir. "Kini FIA tengah menunggu hasil laporan dari pengawas di Indianapolis sebelum memutuskan langkah selanjutnya," ujar Mosley.Michelin Merasa Tak BersalahMichelin sendiri menanggapi permasalahan itu dengan perasaan tak bersalah. Mereka mengganggap langkah menyarankan tujuh tim untuk tidak bertarung di hari terakhir merupakan hal yang benar. "Sejauh ini yang kami dengar hanyalah 'Selamat atas tanggung jawabmu, kau membuat keputusan tepat dan sebagainya'. Jika kau beraksi dengan masalah ban dan bisa membuat pembalap menghempas ke tembok, maka kau merusak reputasi karena kaulah yang mengetahuinya dan bertanggung jawab," ujar Presiden Michelin Pierre Dupasquier membela diri. Kendati demikian, Dupasquier mengaku kalau pihaknya juga tak lepas dari rasa ketidaksempurnaan dikarenakan tidak punya tipe ban untuk saat itu. "Kita telah mengusahakan yang terbaik, kami melakukan tugas dengan baik di tempat lalu. Namun di situasi ini kami tak punya tipe ban yang sesuai kondisi," tandasnya. (erk/)











































