Di Ujung Rekor pun Hamilton Fantastis

Di Ujung Rekor pun Hamilton Fantastis

- Sport
Senin, 23 Jul 2007 01:04 WIB
Di Ujung Rekor pun Hamilton Fantastis
Jakarta - Sehebat apa pun, seorang pembalap pasti akan terhenti. Tetapi bagaimana mengakhirinya, Lewis Hamilton menunjukkan cara yang fantastis.Entah kapan Formula 1 akan mengalami musim seperti tahun 2007. Seorang pembalap debutan menjadi penanda sejarah bahkan sejak pertama kali melangkahkan kakinya di balapan "jet darat".Prestasi yang paling menonjol dari seorang Hamilton tentu saja melakoni sembilan balapan perdana dengan finis di tiga besar. Tidak hanya podium yang didapat, tetapi juga dibumbui oleh dua gelar seri yang mengantarnya ke puncak daftar klasemen sementara.Namun rekor tersebut berakhir di GP Eropa, Minggu (22/7/2007). Pada balapan "kacau" di Nurburgring, Hamilton benar-benar diuji. Mulai dari kesalahan tim mekani dalam pemasangan ban di sesi kualifikasi yang membuatnya mengalami kecelakaan fatal, hingga hujan lebat yang merusak rencana tim.Melihat bagaimana Hamilton terjebak di mobil yang melucur kencang menghantam dinding pembatas saat kualifikasi, juga treatment yang didapatnya pascakecelakaan, sulit mempercayai pembalap Inggris itu bisa ikut balapan.Namun Hamilton tidak manja. Dengan rasa sesak di dada, ngilu di persendian tangan dan kaki, serta pusing, pembalap McLaren Mercedes itu tetap bertanggung jawab menunggangi mobil MP4-22. Bukan hanya formalitas, tetapi dengan cara yang fantastis.Akibat genangan air di lintasan, Hamilton kehilangan kendali atas mobilnya dan terjebak di dinding pengaman. Tidak ada kepanikan, Hamilton menjaga mesin mobilnya tetap running sampai mendapatkan bantuan. Sebuah crane diturunkan untuk mengangkat mobilnya dan mengembalikan ke lintasan.Kesempatan kedua untuk balapan ini tidak disia-siakannya. Meski diharuskan melakukan lap tambahan saat rolling start hingga menjadi pembalap paling buncit, Hamilton tidak menyerah. Satu per satu lawan dilewatinya bahkan sempat membuat lap tercepat.Walau bagaimana pun usaha heroik Hamilton ada batasnya. Ia terhenti di urutan sembilan, angka yang juga menunjukkan akhir dari rekor podium berturut-turut dari seorang rookie F1 2007.Setelah finis, Hamilton meninggalkan mobilnya dengan kepala tegak dan senyum. Tanpa berbicara pun, orang sudah mengerti maksudnya. Mencatat rekor sembilan podium berturut-turut memang sebuah prestasi, dan bagaimana perjuangan seorang Hamilton mendapatkannya, adalah sesuatu yang fantastis. (lom/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads