Foto Sport

Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu

Ari Saputra - Sport
Sabtu, 03 Apr 2021 16:03 WIB

Bandung - Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di TWA Tangkuban Parahu. Gradient jalan mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju Kawah Ratu.

Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Pesepeda mengayuh di antara rerimbunan hutan di TWA Tangkuban Parahu. Udara sejuk sekitar 17 hingga 19 derajat celcius pada siang hari cukup meminimalisir rasa lelah dan dehidrasi pesepeda.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Melintasi hutan tropis yang basah dan penuh oksigen menjadi pengalaman tersendiri bagi pesepeda. Jalan menanjak seolah hanya fatamorgana.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Melintasi jalan berkelok dengan dengan gradien jalan 12 hingga 14 persen. Gradien jalan merupakan tingkat kemiringan dengan membagi perbedaan ketinggian dengan panjang horizontal.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Mengayuh pedal di bawah bayangan pohon pinus di kawasan Tangkuban Parahu. Pesepeda hobi dan enthusiast menikmati setiap kayuhan dengan syahdu dan tidak terburu-buru.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Untuk mencapai Kawah Ratu dari pusat kota Bandung melalui Lembang, pesepeda perlu menghabiskan jarak sekitar 28 km. Jalanan menanjak hingga gradien 14 persen membuat nafas ngos-ngosan namun terhapus oleh pengalaman bersepeda yang berbeda.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Pesepeda menuruni TWA Tangkuban Parahu dengan laju yang kencang, hingga 40 km/jam. Setiap lelah dan perih tergantikan oleh senyum kebebasan saat menuruni tanjakan yang sama.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Pesepeda melintasi tanjakan terakhir di puncak Kawah Ratu TWA Tangkuban Parahu. Infrastruktur jalan yang bagus dengan kemiringan yang masuk akal membuat bersepeda ke kawasan ini selalu ramai di akhir pekan.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Gradien terakhir dengan kemiringan 14 persen menjadi pamungkas. Perlu strategi mengatur tenaga supaya bisa melewati setiap tanjakan hingga kilometer terakhir.
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Membelah jalan di TWA Tangkuban Parahu yang diselimuti rerimbunan pohon hutan tropis. Suasana sejuk menyatu dengan semilir angin, ranting patah, suara burung atau serangga tanah. Hanya bising knalpot motor dan mesin mobil yang memecah kesenyapan alam.  
Pesepeda menikmati setiap kayuhan saat menanjak di tengah kesejukan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Gradient jalan yang mencapai 14 persen tidak menyurutkan putaran roda menuju puncaknya di Kawah Ratu. Simak perjuangan mereka.
Berpose di depan Kawah Ratu setelah nanjak perih dengan sepeda. Tiket masuk sepeda Rp 10.000 dan pesepeda Rp 30.000. Gunung Tangkuban Parahu dengan ketinggian 2084 mdpl tersebut tercatat masih aktif. Pada April 2019, gunung ini sempat meletus dengan tinggi kolom abu 100 meter dari dasar kawah. 
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu
Nanjak Syahdu ke Tangkuban Perahu