detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 24 Jan 2019 15:02 WIB

Linda Wenifanetri Kembali ke Istora Sebagai Barista

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport
Jakarta - Linda Wenifanetri kembali ke Istora, Senayan. Tak menjadi peserta Indonesia Masters 2019, dia membuka kedai kopi dan menjadi barista.

Linda pensiun dari bulutangkis pada 2017. Dia berfokus kepada pendidikan kemudian.

Tahu-tahu Linda hadir di Istora lagi. Bukan lagi sebagai peserta, namun pemilik perunggu Kejuaraan Dunia 2015 itu hadir sebagai barista.

Sarjana lulusan akutansi 2018 di Universitas Trisakti, Jakarta itu membuka booth kopi di turnamen Indonesia Masters 2019, di Istora, Senayan. Dia turut meramaikan tempat jajanan di area yang dibuka mulai 22-27 Januari itu.


"Saya bikin ini karena kepikiran setelah lulus mau ngapain? Akhirnya, mikir usaha kopi," kata Linda membuka obrolan dengan pewarta ketika ditemui di boothnya.

"Kepikirannya pun karena saya ini kan anaknya suka nongkrong, suka ngopi, jadi kalau lagi mengejarkan tugas apa suka melakukannya di tempat kopi. Dari sana muncullah cita-cita ingin punya cafe kopi yang nyaman, berkualitas, tapi pas di kantong. Jadi lah 'Kok Kopi' ini," dia menambahkan.

Kata Linda, nama Kok Kopi bukan dari shuttlecock lho. Dia malah baru kepikiran setelah pelanggan menebaknya.

"Nama itu kan menjadi ciri khas usaha kita. Kemudian, terpilih Kok Kopi. Awalnya, banyak yang menebak, Kok itu dari kata shuttlecock, ya? Padahal, sebenarnya enggak. Itu spontan saja lagi ngobrol. Tapi ya sudah lah," ujarnya.

Linda Wenifanetri Kembali ke Istora Sebagai BaristaFoto: Rifkianto Nugroho/detikSport

Lagipula, teman-temannya tak sedikit yang belajar kopi. Malah, banyak yang sudah menjadi barista.

Dia pun dimudahkan mempelajari kopi dan meraciknya. Padahal, dia sempat dilematis saat diminta ayahnya untuk mengurusi manajerial GOR milik keluarga.

"Ya sebenarnya diminta mengurus GOR ayah. Tapi, satu-satu deh. Kopi dulu. Tapi itu pun susah banget karena kopi itu ternyata luas banget. Untuk mengetahui karakternya saja saya suka ketukar," ujar Linda kemudian tertawa.

"Ini pertama kali saya buka booth di event dan saya cuma bisa tidur dua jam hanya untuk menyiapkan ini. Walau capek tapi saya suka. Sama halnya belajar bulutangkis, secapek apapun latihannya tapi suka pasti dijalanin," ungkapnya lagi.

Linda membuka harga untuk kopi yang dia buat dari mulai Rp 16 ribu sampai Rp 18 ribu. Tak hanya penonton Indonesia Masters, pemain bulutangkis yang masih aktif hingga pemain Thailand, Busanan Ongbamrungphan ikutan mencoba.

"Sebenarnya belum banyak yang tahu, baru Rizki Amelia. Kemudian Busanan. Iya, dia nge DM (direct message) saya. Busanan tahu kalau saya buka booth kopi dan dia sudah berkunjung ke sini untuk coba langsung kopinya," katanya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com