Eko Roni Petik Banyak Pelajaran dari The Apprentice: ONE Championship

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 07 Mei 2021 23:23 WIB
Eko Roni Saputra, petarung Indonesia di ONE Championship
Eko Roni Saputra komentari The Apprentice: ONE Championship (dok.ONE Championship)
Singapura -

Reality show The Apprentice: ONE Championship akan segera tuntas. Ada banyak pelajaran bisa dipetik baik dari sisi olahraga maupun bisnis.

The Apprentice baru saja menuntaskan episode ketujuh awal pekan ini dengan kembali mengeliminasi satu peserta. Itu artinya dari total 16 peserta, kini tinggal tersisa tujuh orang termasuk wakil Indonesia Paulina Purnomowati.

Sementara itu The Apprentice menyisakan dua episode lagi untuk menentukan siapa pemenangnya. Dari tujuh kontestan tersisa, dua dari tim Conquest dan lima dari tim Valor.

Ini artinya persaingan begitu sengit terjadi setiap pekannya. Layaknya pertarungan ONE Championship di atas octagon, The Apprentice juga menghadirkan drama-drama yang patut disimak.

Salah satu petarung ONE Championship, Eko Roni Saputra, sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya dari para kandidat, terutama dalam berbagai situasi tekanan tinggi. Petarung Indonesia itu terinspirasi oleh bagaimana para kandidat mengatasi tantangan fisik dan bisnis yang berat pada acara itu.

"Saat menghadapi situasi sulit, kami harus inovatif dan mau mencoba hal baru. Tentu saja, kerja tim selalu penting. Dengan bekerjasama kita bisa mencapai banyak hal. Selain itu adalah baik untuk menyelaraskan diri dengan batin Anda melalui refleksi diri, dengan begitu Anda bisa memahami apa yang mampu Anda lakukan," kata Eko dalam rilis kepada detikSport.


"Tidak hanya di 'The Apprentice', tetapi di kehidupan secara umum, kesuksesan membutuhkan kerja keras, disiplin, kejujuran, fokus, dan kemurahan hati untuk orang lain. Kita harus bersedia membantu dan menghormati satu sama lain. Tidak ada yang bisa sukses sendiri. Inilah yang bisa dipelajari orang dari menonton The Apprentice," sambungnya.

Kandidat musim pertama "The Apprentice: ONE Championship Edition" semuanya bersaing untuk mendapatkan tawaran pekerjaan senilai 250.000 dolar AS sekaligus bekerja secara langsung dengan Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong sebagai anak didiknya dalam bisnis. Kandidat pemenang juga akan berperan sebagai ONE Chief of Staff.

Eko percaya siapa pun yang menang harus memiliki kualitas yang diinginkan Chatri.

"Saat dihadapkan pada situasi sulit, calon pemenang harus inovatif dan mau mencoba hal-hal baru. Tentu saja, kerja tim selalu penting. Dengan bekerjasama kita bisa mencapai banyak hal. Selain itu adalah baik untuk menyelaraskan diri dengan batin Anda melalui refleksi diri. Dengan begitu Anda bisa memahami apa yang mampu Anda lakukan," paparnya.

"Ini semua sangat penting untuk menjadi anak didik Chatri. Lebih jauh lagi, saya pikir kekuatan mental semakin meningkat saat kita jatuh. Ini tentang tidak takut akan tantangan. Saat kita merasa lelah, inilah saatnya untuk terus memaksakan diri sampai batasnya. Ini akan membantu kita membangun mentalitas yang kuat."

Eko Roni Saputra saat ini berada di Singapura untuk terus mengasah kemampuannya di Evolve MMA. Sebagai atlet beladiri, Eko mengatakan para kandidat di The Apprentice: ONE Championship Edition harus mengatasi tantangan tanpa takut kalah, untuk jadi yang terbaik dan belajar dari kegagalan.

"Kegagalan tidak pernah mudah untuk diterima, tetapi jika kita belajar untuk melihat pelajaran di balik kegagalan dan kekalahan, kita mendapatkan banyak hal. Itu memaksa kita bekerja keras untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi."

"Saya berusaha semaksimal mungkin setiap kali saya menemui kesulitan, terutama kegagalan, karena bagi saya itu hanya proses belajar untuk menjadi sukses."

(mrp/mrp)