Penuh Keringat di Episode 7 The Apprentice: ONE Championship

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 05 Mei 2021 03:30 WIB
The Apprentice: ONE Championship memang ajang pencarian bakat untuk posisi manajer. Tapi, para peserta tetap harus berpeluh keringat seperti di episode ketujuh.
Episode ketujuh The Apprentice begitu melelahkan (dok.The Apprentice: ONE Championship)
Singapura -

The Apprentice: ONE Championship memang ajang pencarian bakat untuk posisi manajer. Tapi, para peserta tetap harus berpeluh keringat seperti di episode ketujuh.

Episode ketujuh "The Apprentice: ONE Championship Edition" sudah mengudara Senin (3/5/2021) kemarin.. Drama terus meningkat seiring persaingan semakin ketat. Ada sembilan kandidat tersisa yang bersaing untuk memperebutkan posisi Chief of Staff ONE Championship.

Ada tawaran pekerjaan senilai 250 ribu dolar AS atau sekitar Rp 3,6 miliar untuk bekerja di bawah Chairman serta CEO ONE Championship Chatri Sityodtong.

Untuk episode ketujuh ini, ada yang spesial karena para peserta bakal langsung beraksi di atas ring. Kesembilan peserta bertarung dulu di markas Evolve MMA di Far East Square.

Dipandu oleh Juara Dunia ONE Women's Strawweight "The Panda" Xiong Jing Nan dan Juara Gulat India Ritu "The Indian Tigress" Phogat, para kandidat memasuki cage (arena laga MMA) pertama kalinya untuk bertanding dalam seri best-of-five serie yang full-contact grappling.

Dipimpin Juara Dunia BJJ Teco Shinzato, Tim Conquest dan Tim Valor mengadu petarung terbaik mereka satu sama lain. Irina menyumbangkan satu poin untuk Tim Valor, menjatuhkan Jessica dengan lemparan judo dan kemudian menguncinya dari belakang.

Nazee mengalahkan Paulina Purnomowati dalam ronde yang ketat, dan mencetak satu poin untuk Tim Conquest. Monica memamerkan kegigihannya, bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Kexin, yang membuat Tim Valor unggul 2-1.

Louie, mantan Juara MMA, membuat keputusan mengejutkan untuk duduk dan memungkinkan Eugene bersaing dengan Niraj yang jauh lebih besar. Namun, Eugene menggunakan sepasang upaya armbar yang mengesankan untuk menang setelah lima menit beraksi. Tim Valor pun berhasil memenangi tantangan fisik ini.

Setelah itu seperti biasa para peserta melakukan tantangan bisnis, kali ini setiap tim harus mengembangkan kampanye PR dan podcast yang akan meningkatkan kesadaran untuk upaya konservasi Wildlife Reserves Singapore (WRS), yang menampilkan Trenggiling Sunda yang terancam punah.

The Apprentice: ONE Championship memang ajang pencarian bakat untuk posisi manajer. Tapi, para peserta tetap harus berpeluh keringat seperti di episode ketujuh.The Apprentice: ONE Championship memang ajang pencarian bakat untuk posisi manajer. Tapi, para peserta tetap harus berpeluh keringat seperti di episode ketujuh. Foto: dok.The Apprentice: ONE Championship

Tim Conquest mempresentasikan kampanye "Wild Habits", yang mendorong orang untuk membantu lingkungan melalui serangkaian tindakan nyata. Sementara itu, Tim Valor di sisi lain mampu membangun kolaborasi antara WRS dan ONE Championship, dengan menggunakan atlet seni bela diri untuk mempresentasikan kampanye "Not as Tough as We Look" mereka.

Namun, kedua konsep itu tidak ada yang benar-benar memuaskan Chatri. Di ruang rapat, Chatri memuji aksi para peserta di area pertarungan. Pemenang di episode ini adalah Tim Conquest, sementara The Valor gagal karena "Lin the Pangolin" sebagai maskot mereka, yang melanggar hak cipta milik perusahaan lain.

Satu peserta kembali ditendang di episode ketujuh The Apprentice: ONE Championship, yakni Eugene yang dirasa paling sedikit kontribusinya kali ini. Wakil Indonesia Paulina Purnomowati masih aman.

(mrp/nds)