160 Ribu Kondom Olimpiade Tokyo buat Suvenir Atlet, Bukan Langsung Pakai

Kris Fathoni W - Sport
Sabtu, 19 Jun 2021 18:45 WIB
Tokyo 2020 Olympic Games mascot Miraitowa poses with a display of Olympic Symbol after an unveiling ceremony of the symbol on Mt. Takao in Hachioji, west of Tokyo, Wednesday, April 14, 2021, to mark 100 days before the start of the Olympic Games. (Kim Kyung-Hoon/Pool)
160 Ribu Kondom Olimpiade Tokyo buat Suvenir Atlet, Bukan Langsung Pakai. Foto: AP/Kim Kyung-Hoon
Jakarta -

Pembagian kondom buat atlet Olimpiade bukanlah hal baru. Tapi sedikit berbeda di Olimpiade Tokyo karena kondom-kondom itu bukan untuk dipakai para atlet melainkan sebagai suvenir untuk dibawa saat pulang ke negara masing-masing.

Olimpiade Tokyo 2020, yang baru akan mulai bergulir pada 23 Juli mendatang lantaran terimbas pandemi, bakal berlangsung dengan nuansa berbeda dari biasanya di tengah ancaman COVID-19.

Namun, satu hal yang pasti, atlet yang akan tampil di Olimpiade Tokyo tahun 2021 ini akan tetap dibagikan kondom secara gratis. Tak kurang dari 160 ribu kondom sudah dipersiapkan oleh empat pabrikan Jepang.

Menilik sejarahnya, kondom gratis mulai dibagikan sejak Olimpiade Seoul 1988. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi buat potensi aktivitas seksual di antara para atlet selama berada di mess. Sekaligus bentuk pencegahan penyakit menular seksual.

Terkait situasi pandemi saat ini, pembagian kondom gratis kepada sekitar 15 ribu atlet Olimpiade dan Paralimpik itu juga disertai dengan catatan tersendiri. Guardian menyebut bahwa hal itu bakal bikin kondom-kondom ini tidak terpakai.

Hal itu karena aktivitas seksual di tengah situasi pandemi, sekalipun dengan menggunakan kondom, dianggap tidak selaras dengan protokol kesehatan secara khusus physical distancing alias jaga jarak.

Maka, sekalipun kondom tetap dibagikan buat para atlet, mereka diwanti-wanti untuk tidak menggunakannya selama perhelatan. Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo menegaskan bahwa peruntukan kondom kali ini berbeda dari biasanya.

"Tujuan dan niat kami bukanlah agar para atlet menggunakan kondom-kondom itu di Wisma Atlet, tapi meningkatkan kewaspadaan dengan membawanya kembali ke negara mereka masing-masing," sebut pernyataan yang dilansir JapanToday.com.

Dengan kata lain, kondom yang dibagikan ke atlet nanti bukan untuk dipakai melainkan buat dibawa pulang sebagai suvenir. Sesampainya di negara asal, barulah peruntukannya lebih lanjut diserahkan kepada masing-masing atlet.

(krs/aff)