Viral Presenter Alami Gempa Saat Siaran Live Olimpiade Tokyo 2020

Tim detikcom - Sport
Kamis, 05 Agu 2021 11:50 WIB
LAUSANNE, SWITZERLAND - JUNE 18: Olympic logo in front of the new Olympic House of International Olympic Committee on June 18, 2019 in Lausanne, Switzerland. (Photo by Robert Hradil/Getty Images)
Foto: Getty Images/Robert Hradil
Jakarta -

Seorang presenter olahraga viral lantaran ekspresinya saat mengalami gempa Jepang, tepat saat dirinya sedang siaran live Olimpiade Tokyo 2020.

Adalah Mark Beretta, jurnalis asal Australia, yang mengalami momen tersebut. Ia sedang menyampaikan laporan langsung dari Jepang untuk mata acara pagi hari 'Sunrise' di Negeri Kanguru, saat gempa selama 30 detik menggoyang studio tempatnya berada.

Diketahui kemudian bahwa gempa itu berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang pesisir timur Jepang pada hari Rabu (4/8/2021) kemarin. Badan Metereologi Jepang (JMA) menyebut tak ada potensi walaupun gempa itu cukup kuat.

Nah, Mark Beretta jadi viral karena ekspresinya yang tetap terlihat tenang saat gempa menggoncang, termasuk saat menjelaskan lokasi studionya yang berada di ketinggian sekitar lantai 10 dan bahwa langit-langit di depannya terlihat bergoyang.

"Selamat datang lagi di kota Olimpiade, saat ini kami sedang di tengah-tengah gempa," kata Mark Beretta dalam siarannya tersebut, seperti dilansir Metro.

"Langit-langit di depan kami bergerak, dan mungkin Anda bisa melihat lampu dan kamera kami pun bergerak. Itu momen yang tidak biasa. Aku belum pernah mengalami gempa. Kami berada di ketinggian sekitar lantai 10. Kami ada di tower dari konstruksi baja karena anti-gempa, tapi tetap saja masih terasa goyang-goyang," ucapnya, dengan ekspresi yang tetap penuh senyum sehingga jadi viral.

[Gambas:Youtube]




Kepada pembawa acara 'Sunrise', Mark Beretta juga bicara mengenai pengalaman pertamanya merasakan gempa tersebut. Ia mengaku awalnya tidak tahu yang dirasakannya di tengah-tengah siaran live Olimpiade Tokyo 2020 itu adalah sebuah gempa!

"Saya memang berpikir merasakan sebuah momen yang aneh. Layaknya momen pesenam tengah berakrobat, saya pikir sedang merasa hilang persepsi akan bidang ruang."

(krs/aff)