Tika-Udjo Bicara Badminton
Sabtu, 12 Mei 2007 21:04 WIB
Jakarta - Tika dan Udjo dari Project Pop bukan hanya jago bicara musik. Menganalisis pertandingan bulutangkis pun bisa. Hasilnya, ide menyatukan badminton, Taufik Hidayat dan musik pun terbetik.Di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (12/5/2007), Tika dan Udjo menyempatkan diri melihat langsung partai semifinal antara Taufik Hidayat dan Bao Chunlai dari Cina, yang diakhiri dengan kekalahan pebulutangkis tuan rumah.Namun bukan hanya sebagai penikmat, keduanya ternyata juga mampu memberikan pandanga masing-masing mengenai dunia bulutangkis Indonesia, utamanya tentang sosok Taufik."Taufik terlalu lama jadi andalan. Kalau pemain Cina 'kan, banyak, regenerasi bagus," analisa Udjoyang bernama asli Djoni Permato itu."Tiap lihat Taufik main, pasti lawannya (dari Cina) ganti-ganti. Kalau Taufik kalah, (kesannya) salah (dia) banget. Padahal pemain itu ada saatnya high dan low," sambung Tika yang bernama lengkap Kartika Rachel Panggabean itu.Keduanya memang mengaku sebagai penggemar bulutangkis sehingga cukup mengikuti perkembangan olahraga tersebut. Udjo mengaku dulu kerap bermain, sedangkan Tika merasa cukup paham seluk beluk bulutangkis."Saya selalu suka, karena itu salah satu olahraga yang saya sangat mengerti permainan dan peraturannya. Tidak membosankan," beber dia. Kalau suka bulutangkis dan kerap mengikuti perjalanan Taufik, kenapa tidak membuat satu album bertema olahraga atau bulutangkis?"Wah ide bagus tuh, Mas. Mungkin kita perlu membuat satu album kompilasi tentang itu. Boleh juga masukannya," tukas Udjo menyalami detiksport."Mungkin judul single-nya 'Taufik Idolaku' kali ya," seloroh Tika.Sekedar guyonan belaka? Entahlah. Yang pasti tembang-tembang nyeleneh memang kerap terlahir dari grup yang baru saja mengeluarkan album baru itu. (krs/a2s)











































