Adalah BMW S 1000 RR kepunyaan Troy Corser yang dipinjam Heidfeld untuk kemudian dipakai di atas lintasan. Corser tidak cuma-cuma meminjamkan kendaraannya karena dia juga diberi kesempatan menggeber tunggangan yang lebih bertenaga: F1.09, jet darat milik Heidfeld.
Moment tersebut terjadi dalam sebuah acara bertajuk Fan Day yang digelar oleh pabrikan BWM, akhir pekan kemarin. Demikian diberitakan Crash, Selasa (21/7/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pengalaman yang sensasional. Saya sudah sering berlatih mengendarai motor di pagi hari, dan berusaha untuk mencetak poin dengan mendapatkan goresan pada bagian lutut di baju balap saya. Hal tersebut tidak terelakkan dan, tentu saja, saya ingin menyentuh tanah saat membelok di atas mesin balap," ungkap Heidfeld.
Komentar yang sama keluar dari mulut Corser. Mantan juara dunia itu mengaku takjub dengan semua teknologi yang ada di F1, belum lagi berbagai komponen yang disebutnya sangat luar biasa.
"Mobilnya terasa sangat seimbang dan remnya juga fantastis, ban dan daya cengkram yang dihasilkannya sungguh luar biasa. Kemudinya membutuhkan banyak feeling. Saya tak bisa membayangkan seberapa jauh Anda lambat bisa menginjak rem. Saya tahu kalau saya mengerem terlalu dini. Butuh sehari atau dua hari untuk bisa melihat apa yang bisa saya lakukan dengan mobil itu," sahut pembalap kelahiran Australia itu.
Mengaku sangat antusias, kedua pembalap tersebut menyatakan keinginan untuk kembali melakukan hal tersebut. Namun untuk pindah cabang olahraga secara permanen, keduanya tidak memberi indikasi ke arah tersebut.
"Jelas sekali kalau saya masih jauh tertinggal dari batas maksimal Superbike. Saya akan sangat senang jika bisa melahap beberapa lap lagi," pungkas Heidfeld.
Heidfeld bukan pilot F1 pertama yang menyeberang ke cabang lain. Belum lama ini Kimi Raikkonen sempat mencoba berkiprah di reli, sementara Michael Schumacher bahkan sempat mengikuti IDM Superbike-series usai pensiun.
(din/arp)











































