Itulah gambaran singkat dari sembilan seri yang telah berlangsung musim ini. Enam kemenangan yang diambil Lorenzo membuatnya kini jadi kandidat terkuat juara.
Pedrosa yang setia menguntit di bawahnya sebenarnya berpeluang menipiskan jarak di GP AS akhir pekan lalu setelah sebelumnya berjaya di GP Jerman. Sayang insiden terjatuhnnya ia dari motornya membuat jarak dengan Lorenzo kembali melebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada sembilan race lagi namun beda dengan Lorenzo adalah tiga balapan (72 poin) dan cukup jauh jadi sedikit sulit," aku Pedrosa kepada wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (27/7/2010) sore WIB.
"Namun saya dan tim merasa masih ada peluang menjadi juara Dan mencoba untuk tampil lebih baik dan memperbaiki kekurangan kami di race-race selanjutnya," sambung pembalap usia 24 tahun itu.
Lebih lanjut Pedrosa pun menyesali start buruk yang dilakukannya di awal musim ini sehingga ia tertinggal cukup dari Lorenzo dan tim FIAT Yamaha. Baru di beberapa seri terakhir sejak Valentino Rossi absen, Pedrosa dan Honda mulai bangkit.
Apalagi di dua race terakhir Pedrosa dipuji lewat penampilan apiknya bersama tunggangannya RC212V yang terlihat lebih cepat.
"Musim ini kami memulai dengan performa yang tidak bagus. Start kami tidak baik," sesalnya.
"Namun kami terus membuat peningkatan setahap demi setahap untuk motor kami sehingga bisa bersaing lagi dengan para kompetitor, " tutur Pedrosa.
"Saya harus punya motivasi kuat dan kemauan keras dalam setiap balapan sehingga bisa tampil lebih baik. Mudah-mudahan itu bisa berujung pada gelar juara," demikian dia.
(mrp/nar)











































