Pembalap asal Australia itu naik podium teratas pada sesi perdama MotoGP Aragon, Spanyol, Minggu (19/9/2010), setelah antara lain mengalahkan Dani Pedrosa (Honda) dan rekannya di tim Ducati, Nicky Hayden.
Ini adalah kali pertama Stoner menjadi juara di tahun ini, yang juga merupakan podium keeenam dari 13 seri tergelar. Posisinya di klasemen sementara pun terdongkrak ke peringkat tiga, di bawah Jorge Lorenzo dan Pedrosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Balapan pertama kami (di Qatar) hampir tergapai sampai aku melakukan sebuah kesalahan. Lalu ada beberapa momen lain di musim ini, yang mana kami punya kesempatan menang tapi aku melakukan kesalahan."
Stoner sedikitnya tiga kali terjatuh dari motornya, yakni di Qatar, Prancis, dan Indianapolis. Ia mulai bangkit mulai seri keenam dengan menapak podium enam kali dari delapan seri terakhir.
Salah satu kunci kemenangan Stoner hari ini adalah terkait insiden yang ia alami di sesi warm-up, ketika ia sempat terjatuh. Dari situ ia bersikap lebih berhati-hati.
"Aku mencoba menjauhi setiap garis putih. Aku tidak mau terlalu dekat," ungkapnya. "Tapi kami pun bisa mendapat kecepatan yang kami butuhkan saat balapan, dan membawa pulang sebuah kemenangan untuk tim dan semua orang yang selalu mendukung aku. Maaf kalau ini terlalu lama."
Stoner musim depan akan kembali memperkuat Honda, yang merupakan tim pertama dia di kelas MotoGP di tahun 2006. Ia lalu pindah ke Ducati dan langsung memberi gelar pada tim pabrikan Italia di tahun 2007. (a2s/arp)











































