Pada MotoGP Prancis, Minggu (18/5/2014) kemarin, Marquez berhasil merangkaikan kemenangan kelimanya di awal musim ini. Pebalap Spanyol berusia 21 tahun itu juga melakukannya dengan gaya, yang mana dibarengi lahirnya sejumlah catatan oke.
Marquez menjalani balapan di Le Mans tersebut setelah menempati posisi start terdepan, yang mana menjadi pole kelimanya di lima seri pada MotoGP 2014. Ia juga melakukannya sambil mencatatkan rekor lap baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari posisi tertinggal, Marquez lantas tancap gas dan satu-persatu mengasapi para rivalnya. Juara 125cc tahun 2010 dan Moto2 2012 tersebut akhirnya bukan cuma melintasi garis finis paling pertama, melainkan juga mengukir fastest lap anyar dalam balapan di Le Mans (1 menit 33,548 detik pada lap 8).
Maka jadilah Marquez mencatatkan kemenangan kelimanya musim ini. Rentetan lima kemenangan ini baru kembali muncul saat ini setelah Valentino Rossi pernah mengukirnya pada tahun 2008 lalu. Tetapi capaian Marquez sekarang terbilang lebih istimewa karena terjadi di balapan-balapan pembuka musim. Sejak Giacomo Agostini yang memenangi lima balapan pembuka musim 1972, baru ada Marquez yang bisa melakukannya lagi.
Kemenangan di Le Mans tersebut turut membuat Marquez kini menjadi pebalap termuda, pada usia 21 tahun dan 90 hari, yang memenangi lima balapan beruntun di kelas primer. Ia mematahkan rekor dari Mike Hailwood (22 tahun dan 160 hari).
Dominasi Marquez di awal musim ini terlihat kian mencolok menilik fakta lain, yaitu Marquez sudah meraih lima kemenangan beruntun tersebut setelah juga melengkapinya dengan pole position di masing-masing balapan.
Dengan usianya sekarang Marquez tentu saja punya peluang besar untuk jadi lebih tangguh dan terus tampil menawan, dengan catatan tak mendapatkan cedera dan terus mendapatkan sokongan motor oke dari tim, yang ujung-ujungnya membuat ia bisa menjaga cengkeraman dominasinya.
Untuk musim ini menilik catatan para rivalnya, dominasi Marquez pun secara khusus masih bisa terus langgeng. Pasalnya dari lima balapan sejauh ini tidak ada pebalap lain yang secara konsisten menantang Marquez dengan terus berada di podium.
Rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa, yang menempati posisi dua klasemen pebalap sebenarnya mampu naik podium di empat balapan sebelum Le Mans--dengan masing-masing dua kali finis ketiga dan finis kedua--tetapi kemarin cuma finis kelima.
Legenda hidup kejuaraan dunia balap motor grand prix Valentino Rossi (Movistar Yamaha), yang mengisi posisi tiga klasemen, sebaliknya memang mampu finis kedua di Le Mans--terpaut 1,486 detik dari Marquez. Namun, dari lima balapan total sejauh ini ia sempat dua kali absen di podium--di tiga balapan lain Rossi finis kedua.
Nah, podium-podium sisa dari balapan lain yang sudah dijalani sejauh ini masing-masing diraih oleh tiga pebalap berbeda, yakni Andrea Dovizioso (Ducati), Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha), dan Alvaro Bautista (Gresini Honda).
Artinya catatan ini sedikit-banyak memperlihatkan bahwa sampai dengan lima balapan belum ada pebalap yang secara konsisten berada di podium dan potensial mampu mengganggu dominasi Marquez di MotoGP.
Untuk sejumlah kalangan penikmat balapan, dominasi berlebihan seorang pebalap acapkali dinilai mengurangi kenikmatan dan serunya dari balapan itu sendiri dalam satu musim. Itu mengapa ada saja yang berharap Marquez punya rival. Salah satunya sampai-sampai memunculkan harapan agar Casey Stoner, juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 yang sudah pensiun di akhir musim 2012, bisa kembali aktif membalap di lintasan.
Pada usia 28 tahun Stoner diyakini masih bisa unjuk gigi, apalagi jika ia disokong tim mumpuni. Faktanya ia toh langsung mampu jadi juara dunia 2011 dalam musim pertamanya bersama Repsol Honda, sesuatu yang belum juga bisa dilakukan oleh Dani Pedrosa selama bertahun-tahun membela tim tersebut.
"Terkecuali Stoner kembali, Lorenzo mendapatkan sebuah tunggangan sebanding dengan Marquez, atau pebalap muda bertalenta lain menembus kelas primer, MotoGP akan jadi pentasnya Marquez," tulis pengamat MotoGP untuk media Australia The Roar, Adrian Musolino, akhir April lalu.
Boleh setuju atau tidak dengan opini tersebut. Satu hal yang pasti, musim ini Marquez masih tampil dominan dan dengan situasi terkini boleh jadi ia masih akan mampu terus melanjutkan dominasi.
(krs/roz)











































