Naik ke kelas MotoGP pada 2008, Lorenzo direkrut Yamaha dan membela tim tersebut selama sembilan musim terakhir. Bersama Yamaha, rider Spanyol itu tampil dalam 156 balapan, meraih 39 pole position, 107 kali naik podium, dan memenangi balapan sebanyak 44 kali. Dia tiga kali menjadi juara dunia, yaitu pada 2010, 2012, dan 2015.
Bagi Lorenzo, gelar juara dunia musim 2015 adalah yang paling berkesan baginya. Pada musim yang penuh drama itu, dia mengungguli rekan setimnya, Valentino Rossi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin 2015 adalah musim di mana saya mencapai level puncak sebagai seorang pebalap, tapi saya berharap dan saya akan berusaha untuk mencapai level yang lebih baik lagi pada masa mendatang," ujar Lorenzo di Crash.net.
"Tahun lalu sangat penting karena semua tekanan ada pada saya dan saya mencapai level tertinggi saya dalam kualifikasi di hari Sabtu. Saya terus menerima tekanan yang sangat besar dari pebalap-pebalap Honda di sepanjang lomba dan mungkin saya mencapai kejuaraan paling berat di sepanjang karier saya dan memenangi gelar juara dunia terakhir saya untuk Yamaha," katanya.
"Assen 2013 juga sangat spesial karena saya mencapai suatu hal yang mustahil untuk dicapai dalam sejarah. Kembali membalap 30 jam setelah sebuah operasi dan menuntaskan sebuah balapan MotoGP di posisi kelima adalah hal yang menakjubkan," tambah Lorenzo.
Lorenzo dan Yamaha akan pisah jalan mulai musim depan. Lorenzo memutuskan untuk mencari tantangan baru di Ducati dan posisinya akan digantikan oleh Maverick Vinales.
Lorenzo menandai perpisahannya dengan Yamaha dengan manis. Pebalap berusia 29 tahun itu memenangi MotoGP Valencia, balapan terakhirnya bersama Yamaha, pada Minggu (13/11/2016) kemarin.
"Saya tak pernah menyesal dan saya meninggalkan sebuah tim hebat, sebuah tim juara. Tapi, semoga tim saya berikutnya -- mereka adalah tim hebat -- bisa menjadi sebuah tim juara," kata Lorenzo.
(mfi/rin)











































