DetikSport
Senin 25 September 2017, 11:16 WIB

Hujan Pujian dari Para Rival untuk Rossi

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Hujan Pujian dari Para Rival untuk Rossi Foto: Dan Istitene/Getty Images Sport
FOKUS BERITA: Marquez Menang di Aragon
Alcaniz - Valentino Rossi sempat diragukan bisa tampil di MotoGP Aragon karena mengalami patah tulang saat latihan. Tapi Rossi akhirnya ikut balapan dan finis kelima.

Rossi mengalami patah tulang ganda di kaki kanannya saat berlatih di arena motocross pada akhir Agustus lalu. Rider Movistar Yamaha itu pun naik meja operasi dan diperkirakan bakal absen 30-40 hari.





Dia sudah absen di MotoGP San Marino dan seharusnya masih belum cukup pulih untuk balapan di Aragon akhir pekan kemarin. Ternyata kondisinya meningkat dengan cepat, bahkan sudah bisa kembali menunggangi motor hanya 18 hari setelah kecelakaan.

Rossi kembali mengejutkan saat tampil gemilang di kualifikasi MotoGP Aragon dan mendapatkan posisi start ketiga, yang merupakan posisi start terbaiknya di sirkuit tersebut. Pada akhirnya dia finis kelima di balapan, hanya sekitar 0,5 detik dari Maverick Vinales di depannya yang merupakan peraih pole.

Hujan pujian pun mengalir ke Rossi. Pebalap Repsol Honda Marc Marquez, yang memenangi balapan, terkesan dengan kegigihan rivalnya tersebut.

"Bisa berada di sini setelah fraktur semacam itu saja sudah luar biasa. Saya rasa tak ada satupun yang pernah melakukannya. Juga luar biasa bahwa dia cuma 0,5 detik di belakang Vinales, dengan motor yang sama dan cedera ini. Talentanya membuat perbedaan saya rasa," ungkap Marquez dikutip Crash.

Rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, yang finis kedua di balapan kemarin menyebut performa Rossi sepanjang akhir pekan sudah sangat mengejutkan.

"Tentunya, seperti yang Marc katakan, bisa pulih cepat dari cedera semacam itu saja sudah luar biasa. Tentu saja tiap cedera, setahu saya berbeda-beda. Meskipun cederanya terlihat sama, terkadang Anda pulih lebih lambat dan tak tahu kenapa," ujarnya.

"Dan kadang Anda pulih lebih cepat. Tapi pastinya determinasinya untuk ada di sini sangat penting. Kemarin di kualifikasi dia super cepat dan hari ini di awal balapan, dia sempat di grup terdepan bersaing untuk posisi terdepan. Jadi sungguh mengejutkan," tambah Pedrosa.

Jorge Lorenzo, rider Ducati yang akrab dengan cedera-cedera di masa lampau, pun heran. Fakta bahwa Rossi sudah berusia 38 tahun dan pemulihan tulangnya tak secepat mereka yang berusia lebih muda, itu diakuinya mengesankan. Secara hasil, dia menilai mantan rekan setimnya itu sudah bekerja sangat baik.

"Performanya sudah impresif sepanjang akhir pekan. Cara dia di kualifikasi kemarin, tapi khususnya cara dia pulih. Situasinya berbeda, tubuh seorang yang berusia 38 tahun dan tubuh seorang yang usianya 15 tahun," timpal Lorenzo yang finis ketiga.

"Saya rasa dia merasa lebih baik dari hari ke hari, dan seperti yang Marc bilang, dia cuma finis nol koma sekian detik dari Vinales, di sirkuit yang bukan favoritnya. Sangat impresif," sambungnya.

Sementara Vinales mengaku sempat berharap lebih setelah melihat penampilan super Rossi sepanjang akhir pekan hingga fase awal balapan. Dia lantas menjelaskan kenapa rekan setimnya itu mengalami penurunan di fase akhir.

"Ketika saya melihatnya ada di baris depan, saya pastinya sempat berpikir dia akan menang. Kalau dia tangguh di awal balapan, saya bisa membayangkan dia juga tangguh di fase akhir karena tak ada yang bisa setangguh Valentino di akhir balapan," ungkapnya.

"Tapi dia mulai kehilangan kecepatan, banyak mengalami selip. Kami mengalami masalah yang sama, jadi pastinya kami harus memperbaiki itu di motor kami," tandas Vinales.
(raw/din)

FOKUS BERITA: Marquez Menang di Aragon
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed