Hubungan Marquez dan Rossi sempat menegang usai insiden MotoGP Sepang 2015. Insiden itu mengakibatkan Rossi kehilangan kans meraih titel juara dunia ke-10, sementara Marquez dituduh membantu Jorge Lorenzo yang merupakan sesama pebalap Spanyol.
Namun, di musim 2016 keduanya tampak bersalaman setelah balapan di Catalunya, yang diiringi kematian pebalap Moto2, Luis Salom. Penampakan itu pun mengundang pertanyaan dari awak media terkait hubungan keduannya, yang diakui Marquez semua sudah membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Hubungan) dengan Valentino, sejak tahun lalu di pertengahan musim, semuanya sedikit lebih normal. Situasinya tenang. Itu bagus untuk dunia balap motor secara umum. Kami sekarang punya hubungan yang profesional, seperti yang saya punya dengan banyak pembalap lain," kata Marquez kepada Omnisport.
"Pada akhirnya, kami semua adalah teman, kami semua mengendarai motor, mempertaruhkan hidup kita di jalan raya. Tapi kami semua ingin menjadi yang pertama. Kami semua menginginkan motor terbaik, dan kami semua berusaha memberikan yang terbaik 100 persen," sambungnya.
"Saya akan selalu menghormati pesain saya, tapi Anda tidak bisa melupakan bahwa mereka adalah pesaing Anda, dan ingin mengambil posisi Anda."
Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika Rossi merupakan idolanya Marquez. Bahkan, pebalap 24 tahun itu banyak mencuri ilmu san g idola untuk mengalahkannya.
"Saya tidak berpikir (harus membunuh idolaku). Anda harus belajar hal-hal baik dari idola Anda, jika Anda ingin mengalahkannya. Salah satu hal yang paling penting adalah mencoba memahami hal-hal baik, apa yang harus Anda ambil, dan lainnya yang tidak Anda sukai," tambah Marquez.
"Tapi pada akhirnya, Anda harus menjalani pengalaman sendiri. Toh, bagus untuk punya gaya dan juga mencoba menirunya, semua hal bagus," tegas Marquez.
(ran/cas)











































