detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 05 Agu 2020 12:10 WIB

Marc Marquez Absen di MotoGP Ceko 2020, Salah Siapa?

Adhi Prasetya - detikSport
Repsol Honda Teams Spanish rider Marc Marquez makes the victory sign on the sidelines of the Andalucia Grand Prix at the Jerez race track in Jerez de la Frontera on July 26, 2020. - Marquez will not start the Andalucia MotoGP in Jerez after dropping out of qualifying four days after an operation on a broken arm. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) Marquez tak bisa meraih poin di tiga seri perdana MotoGP 2020. Foto: AFP/JAVIER SORIANO
Jakarta -

Marc Marquez harus absen di MotoGP Republik Ceko 2020 karena cedera lengannya belum sembuh. Honda pun ikut disalahkan atas lambatnya penyembuhan rider andalan mereka itu.

Senin (3/8) lalu, Marquez harus kembali menjalani operasi di Barcelona untuk kali kedua. Pasalnya, pelat titanium yang terpasang di lengannya rusak dan harus diganti dengan yang baru.

Hal itulah yang membuatnya batal comeback 9 Agustus. Kerusakan pelat itu disebabkan oleh akumulasi stres, yang diduga karena aktivitas Marquez yang berlebihan di masa pemulihan.

Mengalami retak tulang humerus pada 19 Juli di MotoGP Spanyol dan harus dioperasi, 4 hari kemudian ia sudah kembali bersiap menjalani kualifikasi MotoGP Andalusia.

Akhirnya Marc Marquez memang batal ikut balapan MotoGP Ceko 2020, namun ia terus memperlihatkan proses pemulihannya, mulai dari latihan angkat beban hingga push up. Berharap bisa tampil di Brno, yang terjadi justru sebaliknya.

Jurnalis MotoGP asal Italia, Matteo Aglio, dalam kolomnya di GPOne, Selasa (4/8), menyebut hal ini merupakan blunder Honda. Alih-alih memaksa Marquez untuk istirahat, mereka membiarkannya berlatih saat kondisinya belum siap.

"Marc tidak salah. Dia pebalap. Hidupnya adalah soal menantang batas, mengatasinya, dan memulai balapan lagi. Inilah yang dipegangnya, seperti para pebalap lainnya," kata Aglio.



"Saat dia sembuh dari operasi pertama, yang dipikirkannya cuma kembali membalap. Lengannya berfungsi baik, sakitnya bisa ditangani. Marc tak bisa disalahkan."

"Kalau ada yang harus disalahkan, itu adalah orang-orang yang mengambil keputusan. Ada para dokter, yang mengoperasinya dan mengizinkannya kembali membalap. Semua orang bilang dia bisa mencobanya, dan tentu ia akan melakukannya."

"Dia fit, bisa membalap tanpa masalah untuknya dan yang lain, tapi faktanya bukan seperti itu. Pelatnya rusak lagi karena pengerahan tenaga yang berlebih, seperti contohnya mengendarai motor MotoGP," jelasnya.

Aglio juga mempertanyakan sikap Alberto Puig, manajer Repsol Honda. Puig dianggap kurang objektif dalam melihat masalah sampai akhirnya kini Marquez harus absen di MotoGP Republik Ceko 2020.

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - JANUARY 27:  Alberto Puig of Spain and Repsol Honda Team speaks with journalists at Sepang Circuit on January 27, 2018 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Manajer Repsol Honda, Alberto Puig. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

"Manajer harus melihat secara objektif, sesuatu yang tak perlu dilakukan pebalap. Mereka harus menilai baik buruknya, memprediksi risiko, baru membuat keputusan. Termasuk mengatakan tidak pada pebalapmu sendiri," kata Aglio.

"Alberto Puig tak melakukan ini, dia percaya sama pebalapnya. Itu tak masalah, namun untuk kasus ini tentu menjadi sebuah kesalahan."

"Mengizinkan Marc mencoba membalap lagi itu seperti membiarkan anak kecil makan banyak permen, padahal kamu tahu si anak akan sakit perut sesudahnya. Sayangnya, masalah yang menimpa Marc Marquez tak bisa diselesaikan dengan secangkir teh panas," sindirnya.



Simak Video "Marc Marquez Operasi Lagi!"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com