Duh, Lorenzo Dikecam karena Kerap Nyinyir di Medsos

Bayu Baskoro - Sport
Sabtu, 08 Mei 2021 09:45 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - FEBRUARY 06: Jorge Lorenzo of Spain and Yamaha Factory Test team speaks during the 2020 Team Yamaha Factory Racing presentation during the MotoGP Pre-Season Teams Unveiling at Sepang Circuit on February 06, 2020 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jorge Lorenzo dikecam karena sikap nyinyirnya di media sosial. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Komentar-komentar sinis Jorge Lorenzo di media sosial dikecam Stefan Bradl. Rider penguji Honda itu menilai X-Fuera melakukan hal bodoh di dunia maya.

Lorenzo aktif memberikan komentar terkait MotoGP di media sosial, setelah memutuskan pensiun dari dunia balapan. Juara dunia lima kali itu kerap kali nyinyir dan memancing emosi beberapa rider.

Pada awal Maret lalu, Lorenzo memberi sindiran halus kepada rider penguji Yamaha, Cal Crutchlow, yang mengalami crash dalam tes pramusim MotoGP 2021 di Qatar. Sikap nyinyir Lorenzo membuat geram dua kontestan MotoGP, Jack Miller dan Aleix Espargaro.

Miller dan Espargaro sampai terlibat perang komentar dengan Lorenzo, sembari memberi dukungan kepada Crutchlow. Lorenzo membalas dengan meminta Miller untuk fokus memenangkan balapan, sementara Espargaro disindirnya tak pernah juara selama 18 tahun.

Segala sindiran dan sikap nyinyir Jorge Lorenzo di media sosial mendapat tanggapan dari Stefan Bradl. Pria Jerman itu meminta Lorenzo untuk menjaga lisannya di dunia maya dan lebih respek ke orang lain.

"Sangat bodoh sekali untuk menyampaikan hal-hal tertentu kepada publik. Saya tidak mengerti itu. Saya melihat yang dia lakukan di media sosial dan saya mengikutinya di Instagram," kata Bradl, dikutip dari Tuttomotoriweb.

"Saya melihat apa yang dia lakukan menarik dan lucu, tapi saya tidak akan melakukan hal serupa. Mereka harus dikelola dengan kepekaan, sebab di sana anda akan dipuji sebagai raja atau dihina-hinakan," dia menambahkan.

"Ada banyak hal-hal medioker di sana. Saya tidak tergantung kepada media sosial dan saya bahagia,".

"Rasa hormat bisa hilang jika anda berkomentar membabi buta. Terkadang, anda perlu untuk menghormati orang lain," demikian kata Stefan Bradl mengenai perilaku Jorge Lorenzo di medsos.



Simak Video "Aksi Sandiaga Uno Jajal Mini Triatlon di Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)