Motor Yamaha Bukannya Jelek, tapi Vinales Mesti Pergi karena...

Okdwitya Karina Sari - Sport
Rabu, 30 Jun 2021 16:15 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 27:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team smiles and celebrates the second place under the podium during the MotoGP race during the MotoGP of Netherlands - Race at TT Circuit Assen on June 27, 2021 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Ayah Maverick Vinales mengungkapkan alasan putranya mesti meninggalkan Yamaha di akhir musim 2021. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Maverick Vinales memutuskan berpisah dengan Yamaha di akhir musim 2021. Ayah Vinales, Angel, mengungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi keputusan itu.

Kerja sama Vinales dan tim pabrikan Jepan itu mesti berakhir lebih cepat dari kesepakatan awal yang seharusnya berlangsung sampai akhir musim depan. Keputusan itu diambil tidak lama usai Vinales finis runner-up di Assen, hanya finis tiga besar keduanya di MotoGP 2021.

Maverick Vinales memang tampak frustrasi betul dengan Yamaha di sepanjang musim ini. Angel Vinales memastikan bahwa putranya memilih pergi karena tidak bahagia bersama timnya sekarang. Vinales tidak diberikan motor yang dia butuhkan.

"Dia bukannya pergi karena motornya tidak kompetitif, melainkan karena Yamaha tidak memberikan motor yang dia inginkan dan dia tidak bisa beradaptasi dengan motor yang dipunya Yamaha," ungkap Angel kepada AS. "Pada awalnya Yamaha tidak ingin dia pergi dan Lin (Jarvis, manajer Yamaha) menangis, dia tidak mempercayainya."

"Motornya itu cocok untuk gaya balap Lorenzo dan Quartararo yang mulus. Sedangkan Maverick butuh motor yang lebih keras. Mengapa? Karena Maverick itu seperti Marc (Marquez). Mereka menyerang dengan keras untuk mengelurkan seluruh potensi motor. Yamaha tidak mampu memberikan apa yang dia inginkan dia dia tidak bisa menunggangi motornya 100 persen."

"Maverick pergi karena dia tidak bahagia. Di rumahnya, dia sangat bahagia dengan putri kecilnya dan menyadari bahwa dia tidak lagi bahagia di Yamaha. Dia cuma memikirkan tentang masalah-masalahnya. Podium di Assen adalah hasil yang menyedihkan buat Yamaha. Mereka berusaha mempertahankan dia dan berbicara dengan dia dan dia bilang kepada mereka bahwa dia tidak bisa bertahan dan satu-satunya alasannya karena Yamaha tidak bisa memberikan apa yang dia mau."

"Maverick punya stabilias di rumah. Dia sudah jauh lebih dewasa sejak kelahiran putrinya, yang membuat dia berpikir, dia tidak bisa bahagia di rumah dan tidak bahagia di tempat lain," pungkas Angel yang membeberkan latar belakang kepergian Vinales dari Yamaha.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/krs)