Valentino Rossi Lagi-lagi Kena Semprot Marco Lucchinelli

Bayu Baskoro - Sport
Jumat, 16 Jul 2021 22:35 WIB
SCARPERIA, ITALY - MAY 29: Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT prepares to start in box (new helmet for the Italian GP) during the MotoGP Of Italy - Qualifying at Mugello Circuit on May 29, 2021 in Scarperia, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi kembali dikritik Marco Lucchinelli. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Valentino Rossi kembali mendapatkan kritikan pedas dari Marco Lucchinelli. Dia menilai The Doctor sudah memble, hingga bisa disalip rider-rider medioker.

Lucchinelli menjadi sorotan pada April 2021 karena ucapannya mengenai Rossi. Juara dunia MotoGP 1981 itu menyebut sang rider Petronas Yamaha tak lagi bertaring di lintasan dan memintanya untuk pensiun.

Ucapan Lucchinelli direspon negatif oleh Rossi. Juara dunia delapan kali itu balik menuding Lucchinelli sebagai penjilat dan sosok hipokrit.

Rossi juga menyayangkan komentar pedas Lucchinelli kepadanya. Padahal, Lucchinelli selama ini dia kenal sebagai seseorang yang baik dan dekat dengan ayahnya, Graziano Rossi.

Setelah lama tidak bersuara, Marco Lucchinelli kembali muncul dan melemparkan lagi kritikan kepada Valentino Rossi. Pria 67 tahun itu kini menyebut VR46 sudah sangat sulit bersaing di MotoGP 2021.

"Ketika saya mengatakan dia harus berhenti, saya tidak mengatakannya dengan kesan superioritas seseorang yang ingin mengajarinya. Saya mengatakan itu sebab saya memiliki hubungan khusus dengan dia dan dengan keluarganya. Saya adalah teman dekat ayahnya," kata Lucchinelli kepada GPOne.

"Untuk apa yang dulu pernah saya lihat darinya, mulai dari menampilkan keajaiban hingga menghibur kami, sedih sekali melihatnya sekarang tertinggal di belakang. Ini bukan soal motornya, sebab rider-rider lain menggunakan motor yang sama, tapi tetap bisa di depan," sambungnya.

"Dia bahkan tidak melaju dengan pelan dan berbelok sangat dekat dengan yang di depan. Namun rider-rider terdepan, dengan perangkat elektronik, semuanya kuat. Bahkan pebalap rookie yang baru menjajal MotoGP bisa langsung melesat ketika anda memberinya motor yang oke, sesuatu yang dulu butuh waktu bertahun-tahun'.

SCARPERIA, ITALY - JUNE 02:   Marco Lucchinelli of Italy speaks during the Juara dunia balap motor dunia tahun 1981, Marco Lucchinelli. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)

"Tidak ada di kepalanya untuk melambat, sebab dia menunjukkan dirinya mau finis, sampai-sampai dia merasakan crash yang tak pernah dialami sewaktu memenangkan balapan. Namun yang lain tidak mau menunggu, saya pernah merasakannya juga,".

Lucchinelli bahkan berkata lebih jauh dengan menuding Rossi membuat rider-rider medioker terlihat lebih oke. Pasalnya, mereka mampu bersaing dan menyalip rider 42 tahun tersebut di lintasan.

"Ketika mereka mengetahui 'The Doctor' di belakangnya, bagi mereka itu luar biasa dan bagaikan menang MotoGP. Mereka bisa masuk koran dan menjadi pembicaraan,".

"Siapa coba yang mau membicarakan [Iker] Lecuona? Seandainya dia tidak bertarung dengan Valentino, saya mungkin tidak tahu kalau dia ikut balapan. Valentino membuat orang-orang dungu menjadi juara. Dia mendapat dua kali nasib buruk," demikian kata Marco Lucchinelli.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)