Ini yang Paling Dirindukan Jorge Lorenzo dari Balapan

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Kamis, 19 Agu 2021 20:17 WIB
PHILLIP ISLAND, AUSTRALIA - OCTOBER 24: Jorge Lorenzo of Spain rider of the #99 Repsol Honda Team Honda is seen in the paddock during previews ahead of the 2019 MotoGP of Australia at Phillip Island Grand Prix Circuit on October 24, 2019 in Phillip Island, Australia. (Photo by Robert Cianflone/Getty Images)
Jorge Lorenzo merindukan beberapa hal dari dunia balap. (Foto: Getty Images/Robert Cianflone)
Jakarta -

Jorge Lorenzo telah pensiun dari balap motor pada 2019 lalu. Tapi ia mengakui ada hal-hal yang sangat dirindukannya.

Jorge Lorenzo gantung baju balap pada akhir musim MotoGP 2019 lalu. Cedera parah sebelumnya membuat pria Spanyol itu memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pebalap profesional.

Pada sesi latihan bebas MotoGP Belanda 2019, ia mengalami kecelakaan yang membuat tulang belakangnya retak. Meski pada prosesnya pulih dan kembali ke lintasan, Lorenzo tak bisa balik ke performa terbaiknya dan mengaku balapan dengan rasa sakit.

Selepas pensiun, Lorenzo kabarnya menikmati masa-masa santai di tepi danau Lugano, Swiss. Ditanya soal balapan, ada hal-hal yang ia rindukan dan beberapa lainnya tidak.

"Yang paling saya rindukan adalah orang-orang yang saya temui, kawan-kawan yang saya temukan selama 18 tahun di kejuaraan dunia, dan di atas segalanya: juara. Yang paling tidak saya rindukan adalah tekanan yang saya rasakan dan cedera-cedera," ungkap Jorge Lorenzo kepada abc.es dikutip GPOne.

Pensiun di usia 32 tahun, Jorge Lorenzo meninggalkan lintasan dengan pencapaian besar. Ia memenangi lima gelar juara dunia, tiga di antaranya di kelas primer.

Berkaca dari perjalanan kariernya, Lorenzo menyebut hal yang tersulit adalah meraih kemenangan pertama.

"Menurut saya hal tersulit adalah untuk mencapai titik memenangi balapan dan kemudian kejuaraan. Setelah itu akan lebih mudah karena Anda tahu hal tersebut mungkin dilakukan, Anda cuma harus melakukannya lagi," katanya.

"Karena meski Anda punya keraguan apakah bisa melakukannya atau tidak, Anda akan berpikir sudah pernah melakukannya sekali dan itu memudahkan untuk tetap termotivasi, yang mana kadang kala jadi hal sulit," sambung Jorge Lorenzo.

(raw/krs)