Kronologi Vinales Vs Yamaha, Pisah Jalan Usai Utak-atik Motor

Randy Prasatya - Sport
Jumat, 20 Agu 2021 16:39 WIB
Jakarta -

Maverick Vinales dan Yamaha sempat bersitegang hingga akhirnya memutuskan berpisah. Berikut kronologi akhir perjalanan kedua pihak yang tak indah.

Tak selamanya hubungan kerja berjalan mulus. Itulah yang terjadi antara Vinales dan Yamaha hingga harus pisah setelah saling bersama sejak 2017.

Kedua pihak terhitung hari ini, Jumat (20/8/2021) sore WIB, mengumumkan menyudahi kerja sama lebih cepat. Vinales dan Yamaha sebelumnya ingin pisah saat musim MotoGP 2021 tuntas, itu juga setelah memangkas durasi kontrak satu musim.

Selama empat setengah tahun dengan bendera Monster Energy Yamaha, Vinales memberikan 8 kemenangan balapan, 24 podium, dan dua tempat ketiga di klasemen keseluruhan pembalap 2017 dan 2019.

Perpecahan kemudian terjadi usai balapan di MotoGP Styria, Minggu (8/8/2021). Pada balapan di Red Bull Ring Circuit, Maverick Vinales sebenarnya mengawali dengan baik. Dia sempat berada di barisan terdepan sebelum menurun drastis usai restart.

Vinales kemudian harus memulai balapan lagi dari pit karena motornya bermasalah saat warm up. Ketika balapan berakhir, Vinales finis posisi terbawah dan tak dianggap sah dalam perlombaan.

Tim Yamaha kemudian melakukan investigasi internal dan diketahui kalau Vinales ternyata mengutak-atik setting-an motor YZR-M1 miliknya. Utak-atik Vinales ini dinilai ilegal oleh Yamaha sehingga membuat mesin motor menjadi rusak.

Alhasil, Vinales dijatuhi hukuman oleh tim Garpu Tala yakni harus absen dari balapan MotoGP Austria 2021, Minggu (15/8/2021). Rider asal Spanyol itu kemudian meminta maaf dan mengaku perbuatannya itu didasari oleh rasa frustrasi.

Sehari setelah permintaan maaf itu, Vinales diresmikan sebagai rider Aprilia Racing Team Gresini. Top Gun mulai mengenakan seragam tim asal Italia itu di MotoGP 2022.

Pemberitaan terkait Vinales pun akhirnya adem ayem. Vinales juga saat membuat pernyataan maaf ke Yamaha berjanji untuk menuntaskan MotoGP 2021 dengan hasil terbaik.

Lima hari setelah permintaan maaf Vinales, situasi ternyata berubah drastis. Persoalan di GP Styria membuat Yamaha dan Vinales menyudahi kontrak lebih cepat dari yang sebelumnya disepakati.

"Balapan di GP Styria tidak berjalan dengan baik dan akibatnya setelah pertimbangan mendalam oleh kedua belah pihak, tercapai keputusan bersama bahwa akan lebih baik bagi kedua pihak untuk mengakhiri kemitraan lebih awal," kata Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, di situs resmi Yamaha.

Entah pada yang terjadi di balik layar. Yamaha dan Vinales mungkin tidak lagi bisa saling memberi kepercayaan akibat insiden di GP Styria dan perpisahan menjadi solusi yang dianggap paling tepat.

"Balapan di GP Styria tidak berjalan seperti yang kami harapkan, dan sayangnya tidak berakhir dengan baik. Setelah mempertimbangkan secara menyeluruh kedua belah pihak telah sepakat bahwa akan lebih baik untuk mengakhiri kemitraan lebih cepat," ujar Vinales.

Belum diketahui secara pasti siapa yang bakal menggantikan Maverick Vinales selama sisa musim ini di Yamaha. Pada saat Vinales kena skorsing, Yamaha mengandalkan Cal Crutchlow.

(ran/krs)