Joan Mir Ungkap Sulitnya Lintasan Basah Sirkuit Mandalika

Afif Farhan - Sport
Senin, 21 Mar 2022 12:27 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 05: Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR looks on in box during the MotoGP of Qatar - Qualifying at Losail Circuit on March 05, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images,)
Joan Mir Ungkap tantangan Lintasan Basah Sirkuit Mandalika (Getty Images)
Jakarta -

Joan Mir finis di nomor keenam pada MotoGP Mandalika, Lombok. Lintasan sirkuit yang basah bikin Mir harus kerahkan tenaga maksimal untuk bermain rem!

Pertamina Grand Prix of Indonesia alias MotoGP Mandalika berlangsung pada Minggu (20/3). Balapan sempat ditunda sampai 1 jam 15 menit, karena hujan deras dan petir.

Pukul 15.15 WIB barulah balapan dimulai. 20 Laps dilalui para pebalap dengan Miguel Oliveira keluar sebagai juaranya, disusul oleh Fabio Quartararo dan Johann Zarco.

Rider Suzuki, Joan Mir memulai balapan dari posisi ke-18. Ketika di sesi latihan bebas dan di kualifikasi, Mir mengaku memang masih ada masalah mekanikal pada motornya.

Mir juga belum mendapat keseimbangan dari setelan ban belakang. Itulah yang bikin rider asal Spanyol tersebut kesulitan melaju dengan kencang.

Namun ketika balapan MotoGP Mandalika, Joan Mir sukses melesat kencang. Mir finis di peringkat keenam!

DOHA, QATAR - MARCH 05: Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR looks on in box during the MotoGP of Qatar - Qualifying at Losail Circuit on March 05, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images,)Joan Mir (Getty Images)

Dalam informasi yang diterima detikSport dari tim Suzuki, Joan Mir mengaku puas dengan hasil di MotoGP Mandalika. Walau gagal podium, setidaknya Mir mengamankan poin!

"Akhirnya saya bisa kembalikan feeling saya dan membuat saya bisa kembali melaju cepat. Tim sudah bekerja dengan motor ini selama sepekan dan kami puas dengan hasilnya," jelasnya.

Joan Mir menjelaskan, lintasan yang basah di Pertamina Mandalika International Street Circuit memang cukup menyulitkan. Pebalap Jorge Martin sampai mengalami crash.

Menurut Mir, sulitnya bermain di lintasan yang basah plus juga licin adalah ketika memainkan rem motor. Maka tenaga yang dikeluarkan juga harus eksrta dan cermat dalam mengambil keputusan.

"Saya harus berusaha maksimal untuk mengerem motor, karena sangat sulit ketika licin," ungkapnya.

Dengan mesin 1.000 cc yang diciptakan secara khusus untuk balapan paling bergengsi, motor MotoGP dilengkapi dengan pengereman yang mumpuni. Pengereman yang menggigit diperlukan untuk mengontrol motor yang melaju dengan cepat.

Selepas ngebut sampai 300 km/jam lebih, biasanya pebalap harus mengerem sebelum memasuki tikungan. Jika sudah mengerem, pebalap akan menemukan kecepatan yang tepat untuk melakukan cornering atau menikung.

Ketika menikung itulah, kecepatan motor yang semula 300 km/jam jadi turun drastis menjadi 93 km/jam. Kemudian jika dalam tikungan panjang, mereka kembali menggeber motornya naik ke 100 km/jam.

(aff/krs)