ADVERTISEMENT

Cerita Aleix Espargaro Hampir Pensiun Usai MotoGP 2018

Adhi Prasetya - Sport
Selasa, 05 Apr 2022 20:15 WIB
Spanish rider Aleix Espargaro of Aprilia Racing celebrates winning the MotoGP race at the circuit in Termas de Rio Hondo, Argentina, Sunday, April 3, 2022. (AP Photo/Nicolas Aguilera)
Aleix Espargaro sempat hampir menyerah dengan kariernya. Foto: AP/Nicolas Aguilera
Jakarta -

Aleix Espargaro berhasil meraih kemenangan perdana dalam karier profesionalnya di MotoGP Argentina akhir pekan lalu. Siapa sangka, tiga tahun lalu ia hampir pensiun.

"Menang" adalah kata yang sebelumnya sulit untuk diasosiasikan dengan Espargaro. Sejak memulai karier profesional pada 2004 silam, ia tak pernah meraihnya.

Wajar bila itu terjadi. Selama turun di kelas 125 cc, lalu naik 250 cc, naik lagi ke MotoGP, turun ke Moto2, lalu kembali ke MotoGP, Espargaro tak pernah membela tim-tim kuat di zamannya.

Selama 2004-2018, ia cuma pernah naik podium dua kali. Pertama finis ketiga di Moto2 Catalunya pada 2011, kemudian finis kedua di MotoGP Aragon pada 2014.

Kondisi itu tak membaik saat ia pulang ke Aprilia pada 2017. Dua musim beruntun, capaian terbaiknya hanya finis keenam sebanyak tiga kali. Ia sebetulnya sering mendapat poin, tapi tak seberapa. Namanya juga finis di papan tengah atau bawah.

Puncaknya, pada jeda musim dingin seusai MotoGP 2018, Espargaro berpikir untuk pensiun saja. Ia lelah bertarung di barisan belakang.

"Saya tak punya energi saat itu. Tangki energi saya kosong. Saya bilang ke istri saya (Laura Montero), 'Saya tak bisa lanjut, saya tak menikmatinya. Saya masih muda, mari kita coba (karier) yang lain.' Dan dia banyak membantu saya," cerita Espargaro, dikutip Motorsport Total.

Kedatangan Massimo Rivola sebagai direktur Aprilia mengubah peruntungan Espargaro. Rivola, yang sebelumnya bekerja di Formula 1 bersama Scuderia Ferrari, hadir menggantikan Romano Albesiano.

"Di masa lalu, Romano mengontrol segalanya. Massimo lalu mengubah struktur organisasi dan budaya kerja di Noale (markas Aprilia). Romano lalu mulai lebih fokus di pengembangan motor, karena dia ahli di bidang itu dan terbukti dia adalah insinyur yang sangat bagus," lanjut Espargaro.

Pengembangan motor RS-GP pun menunjukkan hasilnya di MotoGP 2021. Espargaro mulai 'naik kelas'. Ia tak lagi mencari poin di posisi 11-15, namun naik ke posisi 5-10, bahkan meraih podium pertamanya bersama Aprilia usai finis ketiga di MotoGP Inggris.

Di MotoGP 2022, kemajuannya lebih terasa. Espargaro berhasil memenangi MotoGP Argentina 2022, dan ia pun puas dengan perkembangan timnya. "Saya sekarang punya motor terbaik di dalam karier saya," ujar Espargaro.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT