Miller Mengulik Gaya Balapan Bastianini, Tebar Puja-puji

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Selasa, 12 Apr 2022 18:15 WIB
Enea Bastianini (23), of Italy, steers through a turn during an open practice session for the MotoGP Grand Prix of the Americas motorcycle race at the Circuit of the Americas, Friday, April 8, 2022, in Austin, Texas. (AP Photo/Eric Gay)
Enea Bastianini memimpin klasemen sementara MotoGP 2022. (Foto: AP/Eric Gay)
Jakarta -

Enea Bastianini kembali memimpin klasemen MotoGP usai juara di MotoGP Amerika Serikat. Jadi penunggang Ducati terbaik, gayanya sampai dikulik oleh Jack Miller.

Bastianini juara MotoGP Amerika Serikat 2022 usai finis di depan Alex Rins (Suzuki) dan Miller (Ducati). Rider Gresini itu tampil tenang dan sabar, menguntit Miller di sebagian jalannya balapan lalu mengambil kesempatannya.

Miller praktis tak bisa berbuat banyak karena ban belakangnya sudah terkuras. Tingkat keausan ban belakang yang tinggi memang masih menjadi persoalan Miller dan para penunggang Ducati Desmosedici GP22.

Itu pula yang bikin Bastianini, penunggang Desmosedici GP21, tampil sebagai penunggang Ducati terbaik di Circuit of The Americas (COTA). Francesco Bagnaia finis kelima, lalu duo Pramac yakni Jorge Martin dan Johann Zarco di posisi 8-9.

Tapi Miller menyebut bahwa perbedaan motor sebenarnya tak terlalu signifikan dalam hal manajemen ban. Dari pengamatannya, Bastianini memang punya gaya balapan yang sangat halus sehingga bisa menjaga ban dengan amat baik.

"Itu murni kemampuannya. Dia juga begitu dengan GP19 tahun lalu. Dia itu luar biasa dengan caranya melepas gas," ungkap Miller dikutip Crash.

"Entah bagaimana caranya, dia bahkan tak pernah 'menggunakan' ban belakang untuk berbelok, yang mana jadi problem saya. Saya selalu berbelok dengan menggunakan ban belakang."

"Dia bisa menunggangi motornya dengan sangat halus, konsisten, dan cepat. Begitulah manajemen ban. Itu semua ya karena kemampuannya. Jadi saya akan terus mempelajarinya," imbuh rider asal Australia ini.

Miller menyebut faktor lain yang menguntungkan Bastianini adalah postur tubuhnya yang kecil dan ringan. Pebalap asal Italia itu bertinggi 168 cm dan punya bobot antara 60-65 kg.

"Dia melaju dengan baik. Ketika Enea menyalip itu seperti enggak ngoyo sama sekali. Dia punya gaya khusus di mana dia duduk sangat sentral dan kepalanya mengarah ke sudut menikung," sambung Miller.

"Dia bisa membiarkan motor bergerak di bawahnya dan posisinya sangat kukuh, sangat tenang di atas motor, dan itu berhasil. Dan tentu saja dia itu anak yang kecil, jadi sangat kencang di trek lurus. Itu pasti."

"Dan dia juga bisa menghentikan motor dengan baik. Saya lebih berat 10 kilo, jadi agak lebih berat buat saya untuk mengerem," tandasnya.

Bastianini saat ini memimpin klasemen MotoGP dengan 61 poin, unggul lima poin dari Alex Rins di posisi kedua dan 11 poin dari Aleix Espargaro di urutan ketiga.

(raw/krs)